News
Mahasiswa Gayo Bertahan di Banda Aceh, Rindu Keluarga Pascabencana
3 jam yang lalu
Bulan suci Ramadhan biasanya menjadi momen berkumpul dengan keluarga. Namun, bagi mahasiswa asal Aceh Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh, Ramadhan tahun ini dijalani jauh dari kampung halaman. Kondisi pascabencana di daerah asal dan kesibukan akademik membuat mereka memilih untuk tetap bertahan di Banda Aceh.
Mahasiswa seperti Nabil, yang biasanya pulang ke Aceh Tengah setiap awal Ramadhan, terpaksa menunda rencana tersebut. Akses jalan yang belum sepenuhnya baik dan kondisi keluarga yang masih terdampak bencana menjadi alasan utama. Meski demikian, mereka tidak sepenuhnya merasa sendiri berkat kepedulian masyarakat Banda Aceh yang menyediakan takjil gratis dan hidangan berbuka puasa.
Tantangan dan Pembelajaran
-
Kondisi Pascabencana: Akses jalan yang belum sepenuhnya baik dan kondisi keluarga yang masih terdampak bencana membuat mahasiswa memilih untuk tetap di Banda Aceh.
-
Kesibukan Akademik: Padatnya aktivitas perkuliahan juga menjadi faktor penting dalam keputusan mereka untuk tidak pulang kampung.
-
Dukungan Masyarakat: Kepedulian masyarakat Banda Aceh melalui penyediaan takjil gratis dan hidangan berbuka puasa memberikan dukungan moral bagi mahasiswa.
-
Pembelajaran Mental: Ramadhan tahun ini menjadi proses pembelajaran tentang ketabahan, empati, dan pentingnya saling menguatkan dalam menghadapi masa sulit.
Di sela kesibukan perkuliahan, mahasiswa terus memanjatkan doa agar kondisi Aceh segera pulih dan keluarga dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
