Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan masih banyak permasalahan yang perlu ditangani dalam proses pemulihan pasca bencana di Aceh. Ia mengakui bahwa meskipun terdapat kemajuan, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan dengan baik.
Tito menyampaikan progres penanganan bencana Aceh usai melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Ia menyebutkan bahwa masih ada masalah yang perlu ditangani, terutama terkait penyelesaian pengungsi dan perbaikan infrastruktur.
Masalah yang Masih Perlu Ditangani
-
Penyelesaian Pengungsi: Warga yang rumahnya rusak berat masih perlu ditetapkan ke hunian sementara (Huntara). Di Langkahan, Aceh Utara, tenda pengungsi sudah diambil alih oleh Menteri PU dan berjanji akan selesai sebelum Idul Fitri.
-
Bantuan untuk Warga: Bantuan untuk warga dengan rumah rusak ringan dan sedang, serta stimulan perabotan dan ekonomi, perlu segera dikonsolidasikan datanya.
-
Perbaikan Infrastruktur: Beberapa jembatan yang masih temporer dan jalan longsor di beberapa titik, terutama di jalur pegunungan seperti Lokop (Aceh Timur) dan Blangkejeren (Gayo Lues), perlu segera diselesaikan.
-
Permasalahan Lumpur: Di Aceh Tamiang, lumpur masih terlihat cukup berat di beberapa titik, meskipun jalanan umumnya sudah mulai bersih. Masalah serupa juga terjadi di Bireuen dan Pidie Jaya.
-
Fasilitas Pendidikan dan Ibadah: Beberapa fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan pondok pesantren belum maksimal dan perlu segera dikerjakan.
Kemajuan yang Sudah Dicapai
-
Kelistrikan: Sebagian besar daerah di Aceh sudah teraliri listrik, mencapai 95 persen. Hanya beberapa desa yang belum teraliri listrik.
-
Jalan Nasional: Semua jalan nasional sudah terbuka.
Tito berjanji akan merapikan tugas dengan para menteri untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam menangani bencana sejak tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.