News
Volume Sampah di Banda Aceh Meningkat Jadi 260 Ton/hari Selama Ramadhan
4 hari yang lalu
Selama bulan suci Ramadhan, volume sampah di Kota Banda Aceh mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Banda Aceh, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa meningkat dari rata-rata 258 ton/hari menjadi 260 ton/hari. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh sampah organik seperti sisa makanan, batok kelapa muda, dan ampas tebu.
Kepala DLHK Banda Aceh, Hamdani, melalui Kabid Pengelolaan Persampahan, Asnawi, menyatakan bahwa peningkatan volume sampah ini juga disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat dan jumlah pedagang musiman selama Ramadhan. Ia mengimbau para pedagang untuk mengemas dan memilah sampah dagangan mereka agar tidak berserakan dan mudah diangkut oleh petugas kebersihan.
Dampak Peningkatan Volume Sampah
- Peningkatan Konsumsi: Selama Ramadhan, konsumsi masyarakat meningkat, terutama makanan dan minuman, yang berdampak pada peningkatan sampah organik.
- Pedagang Musiman: Jumlah pedagang musiman yang menjajakan barang dagangan mereka juga meningkat, berkontribusi pada peningkatan volume sampah.
- Jenis Sampah: Sampah organik seperti sisa makanan, batok kelapa muda, dan ampas tebu mendominasi sampah yang masuk ke TPA Gampong Jawa.
- Imbauan DLHK: DLHK Banda Aceh mengimbau pedagang untuk mengelola sampah dengan baik, termasuk memilah dan mengemas sampah agar tidak berserakan.
Peningkatan volume sampah ini perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Banda Aceh, terutama selama bulan Ramadhan.
