Timeline Aceh
aceh.antaranews.com
aceh.antaranews.com

Meugang Pascabencana: Tradisi Aceh Utara Tetap Lestari di Pengungsian

18 Februari 2026 11:25

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada November 2025 meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga. Rumah-rumah hancur, dan banyak keluarga harus mengungsi, termasuk Imam Zamzami dari Dusun Lhok Pungki. Namun, di tengah kesulitan, tradisi meugang tetap dijalankan sebagai simbol kebersamaan dan harapan.

Tradisi meugang, yang merupakan bagian dari budaya Aceh, biasanya dirayakan dengan menyantap masak merah, masakan khas Aceh Utara. Meskipun berada di pengungsian, bantuan dari berbagai pihak memungkinkan masyarakat untuk tetap menjalankan tradisi ini. Kepala Dusun Lhok Pungki Firmadi dan Kepala Desa Krueng Lingka Efendi Noerdin mengapresiasi bantuan berupa daging yang disalurkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Malaysia dan dari Presiden Prabowo Subianto.

Tradisi Meugang di Aceh

  • Sejarah: Tradisi meugang telah ada sejak zaman Kesultanan Aceh Darussalam, ketika Sultan Iskandar Muda memerintah. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur menyambut bulan Ramadhan.
  • Model Pengadaan Daging: Ada empat model yang dipraktikkan oleh masyarakat Aceh dalam mengadakan daging meugang, yaitu meuripee (mengumpulkan uang bersama), membeli dari agen penyembelih, membeli di pasar, dan menyembelih ayam atau bebek.
  • Harga Daging: Pada periode meugang, harga daging di pasar bisa naik hingga Rp200 ribu per kg, melampaui harga normal yang berada di kisaran Rp140 ribu–Rp150 ribu per kg.
  • Pelaksanaan: Tradisi meugang biasanya digelar pada H-2 atau H-1 Ramadhan, H-2 dan H-1 Idul Fitri, serta H-2 dan H-1 Idul Adha.

Meugang Pascabencana

  • Bantuan: Bantuan berupa sapi maupun kambing datang dari berbagai pihak, memungkinkan para pengungsi untuk menjalankan tradisi meugang.
  • Kebersamaan: Aroma kari yang gurih dan senyuman lebar di wajah anak-anak menjadi pelipur lara bagi para pengungsi.
  • Doa: Sebelum melahap sepiring masak merah, doa dipanjatkan untuk masa depan yang lebih baik.

Tradisi meugang pascabencana menjadi simbol kebersamaan dan harapan bagi warga Aceh Utara yang terdampak bencana. Semoga Aceh lekas pulih dan bangkit.

Meugang Pascabencana: Tradisi Aceh Utara Tetap Lestari di Pengungsian
0123456789