Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Stasiun Riset Sarah Baru Jaga Sisa Leuser di Aceh Selatan dengan Agroforestry

2 hari yang lalu

Stasiun Riset Sarah Baru di Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, diresmikan sebagai pusat penelitian dan konservasi di ambang batas Areal Penggunaan Lain (APL) dan hutan lindung. Stasiun ini dibangun di atas lahan seluas 486 hektare yang sebelumnya merupakan perkebunan warga, dengan belasan pohon durian tua yang menjadi ikon dan magnet bagi satwa kunci seperti beruang madu.

Pembangunan stasiun ini memakan waktu hampir satu tahun, dengan sebagian besar waktu dialokasikan untuk urusan perizinan dan koordinasi dengan pihak gampong dan pemerintah daerah. Stasiun ini dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni bagi para peneliti, termasuk empat kamar tidur, dapur, tiga kamar mandi, gudang, dan ruang tengah untuk diskusi ilmiah.

Keistimewaan Stasiun Riset Sarah Baru

  • Posisi Strategis: Berada di bekas lahan garapan, stasiun ini menjadi jembatan antara kawasan APL dan hutan lindung.
  • Keanekaragaman Hayati: Hampir seluruh satwa kunci ditemukan di sini, kecuali badak. Orangutan dan beruang madu kerap terpantau, terutama saat musim durian.
  • Fasilitas Penelitian: Dilengkapi dengan kamar tidur, dapur, kamar mandi, gudang, dan ruang diskusi. Fokus penelitian awal berpusat di kawasan APL untuk mengumpulkan data fisik seperti intensitas curah hujan dan pemasangan camera trap.

Transportasi dan Ekonomi Warga

Akses menuju stasiun ini melalui sungai dengan perahu mesin selama dua jam dari Tapaktuan menuju Menggamat. Warga setempat memanfaatkan sungai untuk mencari ikan atau pergi ke kebun, dengan tarif terjangkau sekitar Rp 5.000 per orang untuk warga lokal.

Benteng Terakhir dari Deforestasi

Aceh Selatan mencatatkan kehilangan tutupan hutan seluas 1.357 hektare pada tahun 2024, melonjak drastis menjadi 2.198 hektar pada 2025. Stasiun Sarah Baru hadir untuk membuktikan bahwa konservasi dan kesejahteraan warga bisa berjalan beriringan melalui konsep agroforestry. Masyarakat setempat telah lama mempraktikkan pola tanam yang bijak, menanam pohon kayu berselingan dengan tanaman produktif.

Harapan ke Depan

Erwin Zuhri, Kepala Stasiun Penelitian Sarah Baru, berharap stasiun ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya peneliti mancanegara, tetapi juga menjadi fasilitas bagi peneliti lokal dan pusat edukasi bagi masyarakat. "Selain menjaga alam, tujuannya adalah membangun kesadaran bersama agar manfaatnya dirasakan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun edukasi," ujarnya.

Di bawah naungan pohon durian tua yang tetap tegak berdiri, Stasiun Sarah Baru kini memulai babak barunya—menjaga sisa-sisa kemegahan Leuser agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Stasiun Riset Sarah Baru Jaga Sisa Leuser di Aceh Selatan dengan Agroforestry
0123456789