News
Jalan dan Jembatan Aceh Pulih, Pemulihan Ekonomi Masyarakat Semakin Cepat
23 Januari 2026 21:50
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sedang memperbaiki jalan dan jembatan yang terdampak banjir di Provinsi Aceh. Fokus utama adalah pada ruas strategis Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, yang merupakan urat nadi pemulihan pascabencana.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya konektivitas jalan untuk kelancaran distribusi logistik dan pemulihan ekonomi masyarakat. Perbaikan tidak hanya mencakup pembersihan lumpur dan sedimen, tetapi juga perbaikan struktur jalan dan penanganan lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Perbaikan Jalan dan Penanganan Lubang
- BPJN Aceh menggunakan metode patching dan sapu lubang (salob) dengan material Tambalan Cepat Mantap (TCM) dan hotmix.
- Pekerjaan perbaikan telah dilakukan sepanjang 4 kilometer di jalur lintas Banda Aceh–Medan, khususnya di Kota Kuala Simpang.
- Rambu-rambu peringatan dipasang di titik rawan kerusakan yang belum tertangani secara permanen.
Akses Jalan Nasional Kembali Fungsional
- Akses transportasi melalui Jalan Nasional di seluruh Provinsi Aceh menunjukkan kemajuan signifikan.
- Ruas-ruas seperti Banda Aceh–Meureudu, Meureudu–Bireuen, dan Lhokseumawe–Langsa telah kembali fungsional untuk semua jenis kendaraan.
- Jembatan darurat bailey telah terpasang dan dapat dilalui, sementara penanganan longsoran dan sedimen dilakukan secara bertahap.
Penanganan Jembatan Permanen
- Beberapa jembatan yang sebelumnya dipasang secara darurat kini masuk tahap perbaikan permanen.
- Jembatan yang ditangani antara lain:
- Ruas Banda Aceh–Meureudu
- Kota Bireuen–Aceh Utara di Jembatan Krueng Tingkeum Mak
- Kota Bireuen–Bener Meriah di Jembatan Teupin Mane
- Ruas Aceh Tengah–Nagan Raya di Jembatan Krueng Beutong
- Jembatan Lawe Mengkudu I di ruas Gayo Lues–Kutacane
- Sejumlah jembatan di ruas Bireuen–Bener Meriah–Takengon
Penanganan ini memastikan jalur transportasi kembali aman, lancar, dan mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Aceh.
