News
Menteri PU Tinjau Kerusakan Banjir di Bireuen, Janji Bangun Rumah dan Jembatan
23 Januari 2026 09:57
Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan langsung ke Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, untuk meninjau dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Dalam kunjungan ini, Menteri PU didampingi oleh Anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan M. Daud, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Ir. Asyari, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) I Aceh, Heri Yugiantoro. Mereka menggunakan gerobak seling sebagai sarana penyeberangan darurat untuk melihat kondisi kerusakan akibat banjir.
Rombongan menempuh perjalanan melalui jalur darat yang penuh tantangan, termasuk jembatan yang putus dan jalan alternatif yang sulit dilalui. Setelah tiba di Desa Salah Sirong Jaya, Menteri PU berkeliling desa untuk melihat kerusakan dan mendengar laporan dari kepala desa mengenai dampak banjir. Menteri PU menegaskan bahwa kerusakan di wilayah tersebut akan ditangani secara komprehensif, termasuk pembangunan jalan, jembatan, bantaran sungai, dan rumah warga yang hilang diterjang banjir.
Komitmen Pemulihan Infrastruktur
-
Rumah Hunian Sementara (Huntara): Menteri PU menyarankan pembangunan rumah hunian sementara untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga menjelang Ramadhan. Pembangunan ini dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.
-
Rumah Hunian Tetap (Huntap): Menteri PU berjanji untuk meminta Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan rumah hunian tetap segera direalisasikan.
-
Jembatan Darurat: Menteri PU menegaskan bahwa jembatan sementara akan dibangun agar warga, termasuk anak sekolah dan ibu hamil, dapat menyeberang dengan mudah. Pembangunan jembatan permanen juga akan segera dilakukan.
Dampak Banjir di Bireuen
-
Kerugian Material: Banjir menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, termasuk jembatan dan rumah warga.
-
Kesulitan Akses: Warga mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas umum dan transportasi akibat kerusakan infrastruktur.
-
Kebutuhan Mendesak: Kebutuhan mendesak warga, termasuk hunian dan akses transportasi, menjadi prioritas dalam penanganan banjir.
Menteri PU dan rombongan berkomitmen untuk mempercepat penanganan kerusakan dan memastikan bahwa warga dapat segera kembali ke kehidupan normal. Pembangunan infrastruktur dan hunian akan dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga.
