News
Pemerintah Prioritaskan Perbaikan 154 Jembatan dan Jalan di Bener Meriah untuk Selamatkan Ekonomi Kopi Warga
4 hari yang lalu
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana banjir dan longsor di Aceh menjadi prioritas pemerintah pusat. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan ke Bener Meriah, di mana kerusakan infrastruktur mengancam pendapatan warga dari komoditas kopi Arabika.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menjelaskan bahwa kerusakan jalan dan jembatan dapat menyebabkan kerugian ekonomi hingga Rp500 miliar per tahun bagi petani kopi. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga jual kopi cheri dari Rp25.000 per kilogram menjadi Rp22.000 per kilogram akibat kesulitan transportasi.
Dampak Ekonomi dan Langkah Pemerintah
- 154 jembatan dan 184 ruas jalan di Bener Meriah rusak pascabencana, termasuk jalan nasional, provinsi, dan kabupaten.
- Pemerintah pusat akan membantu perbaikan seluruh infrastruktur tersebut, tidak hanya jalan nasional.
- Inpres 11 Tahun 2025 menjadi dasar percepatan pembangunan untuk mendukung swasembada pangan dan energi.
- Kopi Arabika Bener Meriah merupakan komoditas unggulan yang berkontribusi pada devisa negara, dengan 70% diekspor.
Harapan Pemulihan Ekonomi
Perbaikan infrastruktur diharapkan dapat memulihkan ekonomi warga Bener Meriah, terutama petani kopi. Dengan jalan yang baik, harga jual kopi dapat stabil dan pendapatan warga meningkat. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk mempercepat proses perbaikan guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
