News
MPU Sabang Sorot Judol dan Konten Negatif di Medsos, Minta Pengawasan Digital Diperketat Selama Puasa
2 hari yang lalu
Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial selama Ramadhan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Sabang menyoroti maraknya konten negatif dan praktik judi online yang meresahkan masyarakat. MPU meminta momentum Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai upaya membersihkan ruang digital dari aktivitas yang merusak moral dan ekonomi keluarga.
Ketua MPU Sabang, Tgk Baharuddin, menegaskan bahwa Ramadhan adalah pendidikan akhlak. Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga lisan dan jemari dari menyebarkan informasi bohong, ujaran kebencian, dan promosi judi online yang menyasar generasi muda.
Dampak Judol terhadap Masyarakat
- Judi online bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman sosial yang berdampak langsung pada ketahanan ekonomi rumah tangga.
- MPU Sabang masih menerima laporan masyarakat terkait iklan dan tautan judi yang beredar melalui pesan singkat dan platform digital selama Ramadhan.
- Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak, terutama pada malam hari usai pelaksanaan ibadah.
Langkah-langkah yang Diambil
- MPU Sabang mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memperkuat pengawasan dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran konten judi online.
- Konten kreator dan pegiat media sosial diharapkan mengambil peran aktif menyebarkan pesan edukatif seperti literasi digital, bahaya judi online, ajakan sedekah, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
Harapan MPU Sabang
MPU Sabang berharap Ramadhan tahun ini menjadi titik balik terciptanya ruang digital yang lebih sehat. Mereka ingin memperkuat ketahanan moral dan sosial masyarakat Kota Sabang, khususnya dalam menghadapi ancaman konten negatif dan judi online yang kian masif.
