News
Mualem Lobi Impor Ternak untuk Stabilitas Harga Meugang di Aceh
20 Januari 2026 19:11
Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengambil langkah cepat dengan melobi Pemerintah Pusat untuk mempercepat impor ternak. Upaya ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok daging dan menjaga stabilitas harga di Aceh, khususnya menjelang tradisi meugang dan selama bulan puasa.
Langkah tersebut ditempuh Mualem melalui diplomasi pangan dalam kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta pada Senin (19/1/2026) kemarin. Dalam agenda itu, Mualem memimpin langsung pertemuan dengan sejumlah kementerian terkait.
Langkah Strategis untuk Stabilitas Harga
- Mualem didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh, T Irsyadi serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T Adi Darma, ST.
- Pemerintah Aceh tidak ingin masyarakat terbebani oleh kelangkaan atau lonjakan harga daging.
- Agenda utama diplomasi pangan ini adalah percepatan realisasi impor sapi dan kerbau sebagai langkah antisipatif Pemerintah Aceh terhadap meningkatnya kebutuhan konsumsi daging masyarakat.
Dukungan Pemerintah Pusat
- Mualem menekankan pentingnya dukungan Pemerintah Pusat guna mempercepat proses perizinan serta kelancaran distribusi ternak impor ke Aceh.
- Mualem menemui Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Dr Budi Santoso, untuk menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Dampak Jangka Panjang
- Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pangan pascabencana yang juga berdampak pada peternakan lokal di Aceh.
- Melalui langkah diplomasi pangan ini, Pemerintah Aceh berharap masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan tenang, stabilitas harga tetap terjaga, serta aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional di Bumi Serambi Mekkah terus bergerak.
Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat Aceh dapat menjalankan ibadah puasa dan tradisi Meugang dengan tenang dan tanpa terbebani oleh kelangkaan atau lonjakan harga daging. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mendukung pemulihan sektor pangan pascabencana di Aceh.
