Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk menggunakan pengeras suara masjid atau musala secukupnya saat membangunkan sahur. Wakil Ketua Umum MUI, M Cholil Nafis, menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar, terutama di wilayah dengan warga non-Muslim.
Kiai Cholil juga menyoroti fenomena kelompok pemuda yang berkeliling kampung untuk membangunkan sahur, agar dilakukan dengan cara yang sesuai nilai-nilai Islam dan norma kesopanan.
Imbauan MUI untuk Etika Sosial
-
Penggunaan toa secukupnya: MUI mengimbau penggunaan pengeras suara masjid atau musala pada jam-jam sahur sekitar setengah empat pagi, dengan volume yang tidak mengganggu warga non-Muslim.
-
Toleransi antarumat beragama: Kiai Cholil menekankan pentingnya menjaga suasana Ramadan yang tenang dan nyaman bagi semua warga, terutama di daerah padat penduduk dengan latar belakang agama yang beragam.
-
Menjaga tradisi dengan bijak: MUI mendorong masyarakat untuk tetap melaksanakan tradisi membangunkan sahur, namun dengan mengedepankan etika sosial dan semangat toleransi.
Sorotan Fenomena Keliling Sahur
-
Kelompok pemuda: Kiai Cholil menyoroti fenomena kelompok pemuda yang berkeliling kampung untuk membangunkan sahur, agar dilakukan dengan cara yang sesuai nilai-nilai Islam.
-
Norma kesopanan: Ia menegaskan agar tidak ada tindakan yang melanggar ajaran agama, termasuk perilaku laki-laki yang berpenampilan menyerupai perempuan.
MUI berharap masyarakat dapat menjaga tradisi Ramadan dengan penuh kebijaksanaan, sehingga ibadah puasa tetap berjalan khusyuk tanpa mengganggu ketertiban dan keharmonisan sosial.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.