Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

MUI Imbau Bangunkan Sahur Secukupnya, Hormati Warga Non-Muslim di Aceh

20 Februari 2026 22:32

Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk menggunakan pengeras suara masjid atau musala secukupnya saat membangunkan sahur. Wakil Ketua Umum MUI, M Cholil Nafis, menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar, terutama di wilayah dengan warga non-Muslim.

Kiai Cholil juga menyoroti fenomena kelompok pemuda yang berkeliling kampung untuk membangunkan sahur, agar dilakukan dengan cara yang sesuai nilai-nilai Islam dan norma kesopanan.

Imbauan MUI untuk Etika Sosial

  • Penggunaan toa secukupnya: MUI mengimbau penggunaan pengeras suara masjid atau musala pada jam-jam sahur sekitar setengah empat pagi, dengan volume yang tidak mengganggu warga non-Muslim.

  • Toleransi antarumat beragama: Kiai Cholil menekankan pentingnya menjaga suasana Ramadan yang tenang dan nyaman bagi semua warga, terutama di daerah padat penduduk dengan latar belakang agama yang beragam.

  • Menjaga tradisi dengan bijak: MUI mendorong masyarakat untuk tetap melaksanakan tradisi membangunkan sahur, namun dengan mengedepankan etika sosial dan semangat toleransi.

Sorotan Fenomena Keliling Sahur

  • Kelompok pemuda: Kiai Cholil menyoroti fenomena kelompok pemuda yang berkeliling kampung untuk membangunkan sahur, agar dilakukan dengan cara yang sesuai nilai-nilai Islam.

  • Norma kesopanan: Ia menegaskan agar tidak ada tindakan yang melanggar ajaran agama, termasuk perilaku laki-laki yang berpenampilan menyerupai perempuan.

MUI berharap masyarakat dapat menjaga tradisi Ramadan dengan penuh kebijaksanaan, sehingga ibadah puasa tetap berjalan khusyuk tanpa mengganggu ketertiban dan keharmonisan sosial.

MUI Imbau Bangunkan Sahur Secukupnya, Hormati Warga Non-Muslim di Aceh
0123456789