Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen Dibatasi untuk Kendaraan Besar Mulai Minggu

4 jam yang lalu

Pemerintah mulai memberlakukan pembatasan operasional kendaraan di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, mulai Minggu (18/1/2026). Kebijakan ini diambil untuk mencegah kerusakan struktur jembatan yang saat ini menjadi salah satu akses vital masyarakat.

Juru Bicara Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa pembatasan ini didasarkan pada hasil laporan dan evaluasi teknis. Jembatan Krueng Tingkeum merupakan urat nadi transportasi masyarakat di jalur lintasan Banda Aceh-Medan. Jika jembatan darurat ini kembali rusak, akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat Aceh.

Kendaraan yang Diizinkan Melintas

  • Kendaraan maksimal dua sumbu (tipe 1.2)
  • Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tiga sumbu
  • Kendaraan pengangkut bahan bakar minyak dan gas milik Pertamina
  • Tinggi kendaraan tidak boleh melebihi empat meter dengan berat total maksimal 30 ton

Sanksi bagi Pelanggar

Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi berupa putar balik. Pengemudi juga diwajibkan memindahkan muatan ke kendaraan lain yang memenuhi kriteria izin melintas.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait akan melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif. Murthalamuddin mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kemaslahatan masyarakat luas.

Dampak Pembatasan

Pembatasan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih parah yang justru dapat memutus akses transportasi warga. Jembatan Krueng Tingkeum merupakan satu-satunya jembatan utama penghubung jalan nasional Medan-Banda Aceh, sehingga kebijakan ini sangat penting untuk menjaga kelancaran transportasi dan perekonomian masyarakat Aceh.

Kesadaran Masyarakat

Diharapkan masyarakat dapat memahami dan mendukung kebijakan ini demi keselamatan bersama. Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Langkah Pemerintah

Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi jembatan dan melakukan evaluasi secara berkala. Jika diperlukan, akan dilakukan perbaikan atau penggantian jembatan untuk menjamin keamanan dan kelancaran transportasi.

Kesimpulan

Pembatasan kendaraan di Jembatan Krueng Tingkeum merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran transportasi masyarakat Aceh. Diharapkan seluruh pihak dapat mendukung dan mematuhi kebijakan ini demi kemaslahatan bersama.

Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen Dibatasi untuk Kendaraan Besar Mulai Minggu