News
Aceh Catat Surplus US$6,64 Juta, India Jadi Mitra Dagang Terbesar
03 Februari 2026 15:31
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat surplus perdagangan luar negeri sebesar US$6,64 juta pada Desember 2025. Surplus tersebut disebabkan oleh kenaikan nilai ekspor sebesar 2,42 persen, mencapai US$59,69 juta, lebih tinggi dibandingkan nilai impor sebesar US$53,16 juta.
Komoditas utama yang diekspor adalah batubara, dengan nilai mencapai US$42,42 juta, atau 71,07 persen dari total ekspor. India menjadi mitra dagang terbesar Aceh dengan nilai ekspor mencapai US$52,19 juta, dominasi batubara dan CPO. Di urutan berikutnya adalah Thailand dengan nilai US$3,98 juta, dan Amerika Serikat sebesar US$1,18 juta, dengan komoditas utama kopi dan rempah-rempah.
Ekspor Aceh Melalui Pelabuhan Lokal
- Ekspor komoditas asal Aceh melalui pelabuhan di wilayah Provinsi Aceh tercatat sebesar US$55,98 juta, atau 93,77 persen dari total ekspor.
- Sisanya, sebesar US$3,72 juta diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan nilai terbesar melalui Provinsi Sumatera Utara sebesar US$3,62 juta.
Impor Aceh pada Desember 2025
- Total impor Aceh selama Desember 2025 didominasi oleh propana/butana senilai US$43,19 juta.
- Negara asal impor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai US$23,41 juta, yang berupa gas butana/propana.
- Qatar menyumbang nilai impor sebesar US$10,19 juta dan Uni Emirat Arab menyumbang US$9,60 juta, berupa gas propana/butana.
Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP)
- Peningkatan nilai ekspor Aceh sejalan dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025.
- NTP pada Januari 2026 mencapai 125,17, naik 0,95 persen dibandingkan Desember 2025.
- Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Januari 2026 adalah sebesar 154,93, mengalami penurunan sebesar 0,07 persen dibanding bulan sebelumnya.
- Komoditas yang menjadi penyumbang utama penurunan It adalah kopi, jagung, dan cabai merah.
- Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 123,78, mengalami penurunan sebesar 1,01 persen dibanding bulan sebelumnya.
- Komoditas yang menjadi penyumbang penurunan Ib adalah bensin, beras, dan cabai merah.
