News
Omzet Takjil di Langsa Anjlok, Warga dan Pedagang Terkena Dampak Ekonomi Pasca Banjir
3 jam yang lalu
Penjualan takjil di Kota Langsa mengalami penurunan signifikan selama Ramadan 1447 H. Pedagang seperti Maisarah dan Fitri melaporkan bahwa omzet mereka merosot tajam, dengan dagangan sering tersisa setiap hari. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk dampak ekonomi pasca banjir yang masih dirasakan masyarakat, kenaikan harga bahan pokok, dan program MBG yang menyediakan kue kering secara gratis.
Kondisi ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi warga Langsa pasca bencana. Pedagang takjil, yang biasanya mengandalkan penjualan selama Ramadan, kini kesulitan karena daya beli masyarakat menurun. Program MBG, meskipun bermanfaat bagi penerima, juga berdampak pada penjualan pedagang lokal.
Faktor Penurunan Omzet Takjil
- Dampak Ekonomi Pasca Banjir: Masyarakat Langsa masih belum pulih secara ekonomi setelah banjir, yang memengaruhi daya beli mereka.
- Kenaikan Harga Bahan Pokok: Harga bahan pokok untuk membuat takjil naik, memaksa pedagang untuk menaikkan harga jual, yang berdampak pada penjualan.
- Program MBG: Program ini menyediakan kue kering secara gratis dua hari sekali, mengurangi kebutuhan masyarakat untuk membeli takjil.
Dampak pada Pedagang dan Warga
- Pedagang takjil mengalami penurunan omzet yang signifikan, dengan dagangan sering tersisa.
- Warga yang biasanya membeli takjil kini mengandalkan program MBG, yang berdampak pada penjualan pedagang lokal.
- Kondisi ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi warga Langsa pasca bencana, yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat.
