Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Gunong Kong Terisolir, Ongkos Perahu Rp 5.000 per Orang

29 Januari 2026 09:04

Warga Dusun Blang Tripa, Desa Alue Wakie atau lebih dikenal Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, masih terisolir pascabanjir bandang melanda pada 26 November 2025 lalu. Jembatan rangka baja sepanjang 135 meter yang menjadi penghubung desa tersebut putus diterjang banjir bandang. Sementara pemerintah hingga kini belum juga membangun jembatan bailey sebagai jembatan sementara.

Akibatnya warga terpaksa naik perahu mesin milik warga sebagai transportasi hari-hari dengan ongkos Rp 5.000 per orang. Kondisi ini sangat dikeluhkan karena setiap hari anak-anak dusun tersebut harus ke sekolah yang berada diseberang sungai.

Keunggulan dan Kebutuhan

  • Ongkos Transportasi: Warga terpaksa membayar Rp 5.000 per orang untuk naik perahu.
  • Jembatan Bailey: Janji pemerintah tentang jembatan bailey belum direalisasi.
  • Subsidi BBM: Janji subsidi BBM untuk perahu mesin belum terlaksana.
  • Jalan Alternatif: Jalan desa dan perkebunan sawit yang dibuka sementara oleh pemkab sebagai akses alternatif sudah bisa dilewati.

Dampak Sosial dan Ekonomi

  • Pendidikan: Anak-anak harus ke sekolah dengan transportasi perahu.
  • Ekonomi: Warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.
  • Kesehatan: Risiko kesehatan meningkat karena transportasi perahu.
  • Stabilitas Sosial: Isolasi warga dapat mempengaruhi stabilitas sosial.

Harapan Warga

Keuchik Alue Wakie, Zakaria M, berharap BNPB dan Satgas Penanggulangan Bencana bisa merealisasi jembatan bailey dan tidak menganaktirikan Gunong Kong. "Kami berharap jembatan bailey bisa dibangun secepatnya sebagai akses warga. Sudah 2 bulan ini warga terpaksa naik perahu sebagai transportasi hari-hari guna ke pusat kecamatan dan kabupaten," ujarnya.

Warga Gunong Kong Terisolir, Ongkos Perahu Rp 5.000 per Orang
0123456789