News
Operasi Senyap di Aceh Timur: 100 Kg Sabu Ditemukan, Tersangka Ditangkap
28 Januari 2026 15:38
Tim gabungan Direktorat Interdiksi Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Bea Cukai Aceh, dan Bea Cukai Langsa berhasil menggagalkan peredaran 100 kilogram narkotika jenis sabu dalam operasi senyap yang digelar di Aceh Timur pada 24–25 Januari 2026. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial MZ di kawasan Alue Tho, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, beserta barang bukti sabu seberat 100 kilogram.
Operasi senyap ini merupakan hasil kerja sama antarlembaga yang telah memetakan wilayah Peureulak Timur sebagai daerah rawan peredaran narkotika. Petugas mendeteksi kendaraan mencurigakan yang keluar dari gudang dan berhasil menghentikan kendaraan tersebut, mengamankan tersangka dan barang bukti.
Kronologi Operasi
- Pemetaan Wilayah: Tim telah memetakan Peureulak Timur sebagai daerah rawan peredaran narkotika.
- Deteksi Kendaraan: Pada Sabtu malam, petugas mendeteksi kendaraan mencurigakan yang keluar dari gudang.
- Pengejaran dan Penangkapan: Tim melakukan prosedur pemeriksaan dan pengejaran hingga berhasil menghentikan kendaraan tersebut.
- Barang Buktinya: Dari dalam mobil ditemukan lima karung goni berisi sabu seberat 100 kilogram.
Pengakuan Tersangka
Tersangka MZ mengakui bahwa dirinya diperintahkan oleh seseorang berinisial I untuk mendistribusikan sabu tersebut. Saat ini, pelaku berinisial I telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Komitmen Berlanjut
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budi Kismulyanto, menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya di awal tahun 2026. Operasi gabungan akan terus dilakukan, khususnya di Aceh Timur yang masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba.
Pengembangan Jaringan
Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, S.Sos, menegaskan bahwa pengembangan jaringan akan terus dilakukan hingga jaringan lainnya terungkap. Ini merupakan wujud nyata tugas Bea Cukai sebagai community protector.
