News
Inflasi Aceh Capai 6,69 Persen, BI Imbau Warga Belanja Bijak
2 hari yang lalu
Inflasi Aceh mencapai 6,69 persen secara tahunan pada Januari 2026. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan distribusi pascabencana hidrometeorologi pada akhir November 2025, yang mengganggu pasokan komoditas strategis seperti beras, bawang merah, dan cabai merah.
Bank Indonesia (BI) Aceh mengimbau masyarakat untuk berbelanja bijak guna mengendalikan inflasi. Tekanan harga juga disumbang oleh penyesuaian tarif listrik dan angkutan udara, yang menyebabkan lonjakan harga di beberapa wilayah seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Dampak Inflasi dan Langkah Pengendalian
- Inflasi bulanan mencapai 3,55 persen pada Januari 2026.
- BI Aceh bersama Pemerintah Aceh dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah stabilisasi melalui pengendalian harga dan kelancaran distribusi bahan pokok.
- Gerakan Belanja Bijak mencakup empat langkah utama: Bijak Membeli, Bijak Memilih, Bijak Konsumsi, dan Bijak Bertransaksi.
- Kampanye ini relevan menjelang periode pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk mencegah belanja berlebihan.
Kondisi Ekonomi Pasca Bencana
- Sektor pertanian, perikanan, dan peternakan terdampak paling parah akibat bencana.
- Indikator ekonomi mulai menunjukkan tren kenaikan meski belum sepenuhnya kembali ke kondisi sebelum bencana.
- BI Aceh tetap optimis dengan adanya perbaikan sejak Januari 2026.
