Kembalilingkungan

Aceh Jadi Laboratorium Bencana Dunia, Pakar Arsitek Belajar Resiliensi

Penulis

serambinews.com

Tanggal

17 Apr 2026

Aceh Jadi Laboratorium Bencana Dunia, Pakar Arsitek Belajar Resiliensi

Aceh menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang mitigasi bencana alam dan buatan manusia. Konferensi yang diselenggarakan oleh Organisasi Arsitek Dunia (UIA) ini menghadirkan pakar arsitek dari berbagai negara untuk belajar langsung dari pengalaman Aceh dalam menghadapi bencana.

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI, Teuku Riefky Harsya, membuka konferensi ini dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mitigasi bencana. Aceh, yang dikenal sebagai 'supermarket bencana', memiliki pengalaman lengkap dalam menghadapi berbagai bencana seperti tsunami, gempa bumi, banjir, dan longsor.

Pentingnya Konferensi DR3 di Aceh

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Menteri Ekraf menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, asosiasi, media, dan dunia usaha dalam ekosistem arsitektur Indonesia.

  • Aceh sebagai Laboratorium Bencana: Ketua Umum IAI, Georgius Budi Yulianto, menyebut Aceh sebagai laboratorium bencana dunia karena pengalaman lengkap menghadapi berbagai bencana.

  • Inovasi dalam Arsitektur: Konferensi ini diharapkan dapat memberikan inovasi dalam membangun infrastruktur dan lingkungan binaan, mulai dari shelter hingga prototype rumah tanggap bencana.

  • Pembelajaran Langsung: Ketua IAI Aceh, Said Husain, menyatakan bahwa kehadiran ahli-ahli internasional di Aceh memberi kesempatan belajar langsung dari pengalaman nyata.

Konferensi ini dihadiri oleh berbagai pakar arsitektur dalam dan luar negeri, termasuk Ridwan Kamil, serta sambutan secara daring oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) UIA, Rui Leao. Rangkaian kegiatan ini berlangsung hingga 19 April 2026 mendatang.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.