News
Nelayan Aceh Barat Daya Terbebani Biaya Tambahan Akibat Pelabuhan Ujung Serangga Tak Layak
1 hari yang lalu
Pelabuhan Ujung Serangga di Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, dinilai tidak lagi layak menjadi tempat sandar boat nelayan. Panglima Laot Abdya, T Indra Kusuma, menyoroti minimnya fasilitas sandar yang memaksa nelayan memindahkan boat ke Pelabuhan Labuhan Haji setelah membongkar hasil tangkapan. Kondisi ini menambah biaya operasional dan risiko keselamatan nelayan, terutama saat musim angin barat.
Indra menekankan bahwa Pelabuhan Ujung Serangga merupakan aset Pemerintah Aceh yang seharusnya difungsikan secara optimal. Ia mendesak gubernur, DPR Aceh, dan dinas terkait untuk segera mencari solusi. Pembenahan pelabuhan diharapkan dapat menarik kapal nelayan dari luar daerah, yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Dampak terhadap Nelayan
- Biaya tambahan untuk memindahkan boat ke Labuhan Haji setelah bongkar ikan.
- Risiko tinggi saat musim angin barat, dengan potensi tenggelamnya boat nelayan kecil.
- Keterbatasan fasilitas yang memaksa nelayan beroperasi dengan kondisi tidak aman.
Potensi Ekonomi
- Pelabuhan Ujung Serangga merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Barat Selatan Aceh.
- Jika dibenahi, pelabuhan berpotensi menarik kapal nelayan dari luar daerah.
- Dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat pesisir jika pelabuhan berfungsi optimal.
