Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Pariwisata Simeulue Diminati Asing, Transportasi dari Banda Aceh Jadi Masalah

07 Februari 2026 17:26

Pariwisata Simeulue semakin diminati wisatawan asing, terutama pencinta selancar dari seluruh dunia. Pulau ini dikenal dengan ombak yang konsisten dan alam yang masih alami, menjadikannya destinasi selancar kelas dunia. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh mencatat bahwa sebanyak 1.090 wisatawan mancanegara mengunjungi Simeulue sepanjang tahun 2024.

Namun, di balik pertumbuhan kunjungan tersebut, tersimpan persoalan mendasar yang masih membelenggu pariwisata Simeulue, yakni keterbatasan akses transportasi dari Banda Aceh. Wisatawan mancanegara lebih memilih rute dari Medan langsung ke Simeulue karena minimnya frekuensi dan kepastian jadwal penerbangan Banda Aceh-Simeulue.

Kendala Transportasi

  • Minimnya frekuensi penerbangan: Wisatawan mancanegara lebih memilih rute dari Medan langsung ke Simeulue.
  • Perjalanan laut yang lama: Waktu perjalanan dari Banda Aceh menuju Simeulue memerlukan waktu yang relatif lama.
  • Jalur darat tidak praktis: Jalur darat menuju pelabuhan keberangkatan tidak selalu praktis bagi wisatawan.

Dampak Ekonomi

  • Pariwisata sebagai sektor unggulan: Pariwisata Simeulue memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah.
  • Ketimpangan konektivitas internal: Keterbatasan akses transportasi mengakibatkan nilai tambah ekonomi bocor ke luar wilayah.
  • Pertumbuhan UMKM: Pengembangan pariwisata akan berdampak pada pertumbuhan UMKM, terutama level micro.

Solusi

  • Penambahan frekuensi penerbangan: Penambahan frekuensi penerbangan dan peningkatan kepastian jadwal diperlukan.
  • Perbaikan integrasi transportasi: Perbaikan integrasi transportasi laut dan darat juga menjadi langkah mendesak.
  • Perhatian khusus dari pemerintah: Pemerintah Aceh perlu memberi perhatian khusus kepada Simeulue dalam mengembangkan diri.
Pariwisata Simeulue Diminati Asing, Transportasi dari Banda Aceh Jadi Masalah
0123456789