Kembalipendidikan

Disdik Aceh Larang Tamasya Perpisahan Siswa, Prioritaskan Pemulihan Pascabencana

Penulis

ajnn.net

Tanggal

13 Apr 2026

Disdik Aceh Larang Tamasya Perpisahan Siswa, Prioritaskan Pemulihan Pascabencana

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengimbau seluruh sekolah untuk tidak menggelar kegiatan tamasya ke luar daerah, terutama bagi siswa yang baru lulus. Imbauan ini disampaikan di tengah kondisi Aceh yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.

Murthalamuddin menekankan pentingnya memiliki sense of crisis dan kepekaan terhadap situasi saat ini. Kegiatan tamasya dinilai dapat menimbulkan beban biaya tambahan bagi siswa dan orang tua, sehingga sekolah diminta untuk tidak menjadikannya sebagai kegiatan wajib.

Imbauan dan Alternatif Kegiatan

  • Larangan Tamasya: Sekolah diminta untuk tidak menggelar tamasya ke luar daerah, terutama bagi siswa lulusan.
  • Beban Biaya: Kegiatan tamasya dinilai dapat menimbulkan beban biaya tambahan bagi siswa dan orang tua.
  • Kegiatan Sukarela: Jika tamasya tetap dilaksanakan, harus bersifat sukarela dan tidak diseragamkan kepada seluruh siswa.
  • Pengecualian: Siswa yang kurang mampu atau korban bencana harus mendapatkan pengecualian.

Larangan Pungutan Tambahan

  • Biaya Perpisahan: Sekolah diminta untuk tidak melakukan pungutan-pungutan lain yang memberatkan, seperti biaya perpisahan, uang rapor, dan foto kelulusan.
  • Kegiatan Alternatif: Sekolah didorong untuk menghadirkan kegiatan yang lebih sederhana dan bermanfaat, seperti sedekah buku atau penanaman pohon di lingkungan sekolah.

Tindak Lanjut

  • Surat Edaran: Disdik Aceh akan segera mengeluarkan surat edaran resmi sebagai tindak lanjut dari imbauan tersebut.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.