News
BMKG Operasionalkan Radar Cuaca di Aceh Pasca Bencana Sumatra
28 Januari 2026 20:27
Badam Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan komitmen untuk memperkuat langkah antisipatif pascabencana Sumatra dengan pengoperasionalan alat operasi utama (Aloptama) seperti empat unit radar cuaca di wilayah terdampak.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam pernyataan diterima di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026, memastikan komitmen BMKG untuk terus memperkuat antisipatif dan mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya dalam mendukung penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Radar Cuaca di Aceh
- BMKG mengoperasikan empat unit radar cuaca di Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Kualanamu, Nias, dan Padang.
- Radar cuaca ini mendukung penyediaan informasi cuaca dan iklim mulai dari nowcasting 1–6 jam ke depan, prakiraan harian, tiga harian, mingguan, dasarian, bulanan, hingga enam bulanan.
Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi
- BMKG terlibat aktif dalam Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
- BMKG tergabung sebagai anggota Bidang Pengelolaan Data yang dikoordinatori oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Sistem Pendukung Lainnya
- Selain radar cuaca, BMKG juga mengoperasikan sistem pendukung lainnya, seperti 16 unit Automatic Weather Observing System (AWOS), 11 unit Automatic Weather Station (AWS), serta 53 unit Automatic Rain Gauge (ARG) di wilayah Sumatera.
- Berbagai instrumen tersebut mendukung penyediaan informasi cuaca dan iklim mulai dari nowcasting 1–6 jam ke depan, prakiraan harian, tiga harian, mingguan, dasarian, bulanan, hingga enam bulanan.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
- OMC dilaksanakan di empat provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Lampung.
- Saat ini, OMC masih berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan masing-masing satu pesawat, serta tingkat keberhasilan pengurangan curah hujan di atas 30 persen.
