KembaliBerita

Pegayon: Akar Budaya Gayo Pulang ke Aceh, Berdiri di Buntul Sara Ine

Ditulis oleh

serambinews.com

Tanggal

29 Januari 2026
Pegayon: Akar Budaya Gayo Pulang ke Aceh, Berdiri di Buntul Sara Ine

Pegayon, awalnya sebuah sanggar seni, kini telah menjadi yayasan dan kampung di Aceh Utara. Berdiri di Buntul Sara Ine, Pegayon mengembalikan warisan budaya Gayo dan menjadi simbol ketahanan masyarakat pasca-konflik.

Pegayon digerakkan oleh Ansari Jamal, lebih dikenal sebagai Azzam Pegayon, bersama kawan-kawannya. Mereka menyusun kembali tiap helai akar budaya Gayo melalui seni dan kebudayaan.

Sejarah dan Perkembangan Pegayon

  • Awal Mula: Pegayon lahir dari kegelisahan dan kerinduan anak-anak Gayo yang besar di kota metropolitan.
  • Yayasan Pegayon Darussalam: Didirikan pada 3 Januari 2017, terdaftar secara resmi dengan Akta Notaris Eka Astri Maerisa.
  • Kegiatan Budaya: Pegayon melahirkan berbagai kreativitas, termasuk penampilan di Festival Seni Rakyat Dunia di Turki.
  • Pesantren Pegayon: Berdiri di Buntul Sara Ine, menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan.

Dampak dan Ketahanan

  • Konflik dan Ketahanan: Pegayon tak bisa dilepaskan dari kisah luka dan ketahanan masyarakat setempat, terutama pasca-konflik keamanan Aceh.
  • Pulih dan Kembali: Kampung Buntul Sara Ine dipilih sebagai lokasi Desember Kopi Gayo 2023, simbol pulih dan kembalikan semangat melalui kesenian.
  • Mushala Muyang Mersah Asal: Satu-satunya bangunan yang tersisa dari konflik, kini digunakan anak-anak madrasah Pegayon.

Pegayon adalah bukti bahwa kebudayaan yang dirawat dengan cinta akan selalu menemukan jalannya untuk pulang dan tumbuh kembali di tanahnya sendiri.

#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan

Baca Sumber Asli

Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

Kunjungi Website