News
Pegayon: Akar Budaya Gayo Pulang ke Aceh, Berdiri di Buntul Sara Ine
29 Januari 2026 21:42
Pegayon, awalnya sebuah sanggar seni, kini telah menjadi yayasan dan kampung di Aceh Utara. Berdiri di Buntul Sara Ine, Pegayon mengembalikan warisan budaya Gayo dan menjadi simbol ketahanan masyarakat pasca-konflik.
Pegayon digerakkan oleh Ansari Jamal, lebih dikenal sebagai Azzam Pegayon, bersama kawan-kawannya. Mereka menyusun kembali tiap helai akar budaya Gayo melalui seni dan kebudayaan.
Sejarah dan Perkembangan Pegayon
- Awal Mula: Pegayon lahir dari kegelisahan dan kerinduan anak-anak Gayo yang besar di kota metropolitan.
- Yayasan Pegayon Darussalam: Didirikan pada 3 Januari 2017, terdaftar secara resmi dengan Akta Notaris Eka Astri Maerisa.
- Kegiatan Budaya: Pegayon melahirkan berbagai kreativitas, termasuk penampilan di Festival Seni Rakyat Dunia di Turki.
- Pesantren Pegayon: Berdiri di Buntul Sara Ine, menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan.
Dampak dan Ketahanan
- Konflik dan Ketahanan: Pegayon tak bisa dilepaskan dari kisah luka dan ketahanan masyarakat setempat, terutama pasca-konflik keamanan Aceh.
- Pulih dan Kembali: Kampung Buntul Sara Ine dipilih sebagai lokasi Desember Kopi Gayo 2023, simbol pulih dan kembalikan semangat melalui kesenian.
- Mushala Muyang Mersah Asal: Satu-satunya bangunan yang tersisa dari konflik, kini digunakan anak-anak madrasah Pegayon.
Pegayon adalah bukti bahwa kebudayaan yang dirawat dengan cinta akan selalu menemukan jalannya untuk pulang dan tumbuh kembali di tanahnya sendiri.
