News
4.000 Huntara di Aceh Utara Dikebut, Target Rampung Sebelum Ramadan
23 Januari 2026 08:45
Pembangunan 4.000 hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, terus dikebut untuk rampung sebelum bulan Ramadan. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi korban banjir besar yang tinggal di tenda pengungsian saat memasuki bulan suci.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa hingga saat ini, pembangunan huntara baru mencapai sekitar 30 persen. Proses pembangunan melibatkan berbagai unsur, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, TNI-Polri, dan pihak swasta.
Detail Pembangunan Huntara
- Target Pembangunan: 4.000 unit huntara
- Progress Saat Ini: 30 persen
- Lokasi: Kecamatan Langkahan, Aceh Utara
- Tujuan: Rampung sebelum Ramadan
Tahap Selanjutnya
- Pembangunan hunian tetap (huntap) akan dilakukan setelah huntara selesai.
- Data kebutuhan huntap masih dinamis, diperkirakan sekitar 3.000 hingga 4.000 unit.
- BNPB optimistis dengan kolaborasi lintas sektor, pemulihan pascabencana di Aceh Utara dapat berjalan sesuai target.
Dampak bagi Masyarakat
- Masyarakat diharapkan dapat segera kembali hidup normal dengan hunian yang layak.
- Huntara menjadi solusi sementara bagi korban banjir sebelum hunian tetap dibangun.
Dengan dukungan semua pihak, BNPB berharap pembangunan huntara dapat rampung tepat waktu dan masyarakat Aceh Utara dapat menjalani bulan Ramadan dengan tenang dan nyaman di hunian yang layak.
Kolaborasi Lintas Sektor
- Kementerian Pekerjaan Umum
- TNI-Polri
- Pihak Swasta
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan pemulihan pascabencana di Aceh Utara.
Harapan ke Depan
- Masyarakat Aceh Utara dapat segera kembali ke kehidupan normal.
- Huntara dan huntap menjadi solusi jangka pendek dan panjang bagi korban banjir.
- Stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat pulih dengan cepat.
Dengan demikian, pembangunan huntara di Aceh Utara tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga langkah awal menuju pemulihan jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak banjir.
