News
Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen Mulai Dibangun, Target 8 Bulan
21 Januari 2026 09:57
Pembangunan jembatan permanen Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, resmi dimulai. Proyek ini ditandai dengan pemancangan tiang fondasi pertama yang dilakukan pada hari Selasa (20/1/2026). Jembatan baru ini akan menggantikan jembatan lama yang putus akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Perwakilan Aceh, Heri Yugiantoro, menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 8 bulan. Jembatan baru akan dibangun di sisi hilir jembatan eksisting untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Detail Proyek
- Lokasi: Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen
- Waktu Pembangunan: 8 bulan
- Tahapan Pembangunan:
- Pemancangan tiang fondasi
- Pembesian dan pengecoran cap pile
- Pembangunan abutment dan pilar
- Pemasangan bangunan atas
- Pengecoran sistem lantai
- Pengaspalan
- Pemasangan komponen pelengkap jembatan
Dampak
- Mobilitas: Jembatan baru diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.
- Keselamatan: Jembatan baru akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
- Pemulihan Pasca-Bencana: Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pasca-bencana di Aceh.
Anggaran
Anggaran pembangunan jembatan telah diusulkan ke pemerintah pusat, namun besaran alokasi anggaran masih belum dikunci. Heri Yugiantoro menekankan bahwa yang utama adalah jembatan permanen ini segera selesai dan berfungsi untuk masyarakat.
Jembatan Lama
Jembatan lama sepanjang 120 meter yang saat ini disambungkan dengan bailey akan tetap dipertahankan. Jembatan lama tersebut terputus usai diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu, menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.
Proyek pembangunan jembatan permanen Krueng Tingkeum ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Bireuen dan sekitarnya, serta mendukung pemulihan infrastruktur pasca-bencana di Aceh.
