News
Dinas Pendidikan Aceh Gratiskan Ijazah dan Transkrip Nilai untuk Korban Banjir
23 Januari 2026 14:03
Dinas Pendidikan Aceh memberikan layanan penggantian ijazah dan transkrip nilai secara gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB yang terdampak banjir. Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban korban bencana yang kehilangan dokumen pendidikan.
Proses pengurusan dilakukan melalui sekolah asal dengan melampirkan dokumen pendukung yang masih tersedia. Berkas permohonan akan diserahkan kepala sekolah untuk mendapatkan tanda terima, kemudian diusulkan ke Cabang Dinas Pendidikan setempat sebelum diteruskan ke Dinas Pendidikan Aceh untuk diproses lebih lanjut.
Detail Kebijakan
- Layanan gratis: Tidak ada biaya yang dikenakan, termasuk materai.
- Proses mudah: Pengurusan dilakukan melalui sekolah dan Cabdin setempat, tanpa perlu datang ke Banda Aceh.
- Jenjang pendidikan: SMA, SMK, dan SLB.
- Tujuan: Meringankan beban korban bencana dan mempermudah masyarakat dalam mengurus kembali dokumen pendidikan yang hilang.
Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat yang terdampak banjir dapat segera mendapatkan pengganti dokumen pendidikan mereka tanpa hambatan biaya atau proses yang rumit.
Langkah Pengajuan
- Ajukan permohonan melalui sekolah asal.
- Lampirkan dokumen pendukung yang masih tersedia.
- Berkas diserahkan kepala sekolah untuk mendapatkan tanda terima.
- Berkas diusulkan ke Cabang Dinas Pendidikan setempat.
- Berkas diteruskan ke Dinas Pendidikan Aceh untuk diproses lebih lanjut.
Dinas Pendidikan Aceh berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir untuk segera mendapatkan pengganti dokumen pendidikan mereka.
Manfaat Jangka Panjang
- Pemulihan pendidikan: Membantu siswa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan dokumen.
- Dukungan psikologis: Meringankan beban mental korban bencana.
- Peningkatan akses: Memastikan semua siswa memiliki akses ke dokumen pendidikan yang diperlukan.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan masyarakat Aceh yang terdampak banjir dapat segera pulih dan melanjutkan aktivitas pendidikan mereka dengan normal.
