News
Pemerintah Aceh Bentuk Sinergi Hulu Migas untuk Peningkatan Ekonomi Daerah
02 Februari 2026 18:03
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola rantai pasok sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) sebagai kunci keberlanjutan produksi serta peningkatan nilai tambah ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, saat membuka 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 di Banda Aceh, Senin, 2 Februari 2026.
Forum tersebut menjadi ruang dialog strategis bagi masa depan pengelolaan energi dan pembangunan Aceh. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) atas penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan pemerintah, badan pengelola, kontraktor, pelaku usaha, hingga kalangan akademisi.
Komitmen Pemerintah Aceh
- Aceh memiliki sejarah dan posisi strategis sebagai salah satu daerah penghasil migas nasional.
- Penguatan tata kelola, khususnya pada aspek rantai pasok, menjadi kunci keberlanjutan produksi dan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah.
- Di tengah dinamika global, tantangan geopolitik, serta tuntutan efisiensi industri, rantai pasok yang kuat, terintegrasi, dan adaptif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.
Kontribusi Ekonomi Daerah
- Investasi di sektor hulu migas memiliki efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan kapasitas usaha lokal.
- Pemerintah Aceh mendorong optimalisasi peran sumber daya lokal Aceh, baik tenaga kerja, pelaku usaha barang dan jasa, maupun institusi pendidikan.
- Pelibatan perguruan tinggi dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Aceh sebagai generasi penerus pengelolaan sektor migas.
Tanggung Jawab Sosial
- Aceh saat ini masih berada dalam proses pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.
- Pelaku industri migas diharapkan turut berkontribusi nyata bagi masyarakat terdampak dan wilayah sekitar area operasional.
- Semua pemangku kepentingan industri migas yang beroperasi di Aceh diharapkan mengambil peran nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama membangun Aceh yang lebih tangguh dan sejahtera.
