News
Pemerintah Aceh Gelar Safari Ramadhan untuk Trauma Healing Warga Terdampak Bencana
2 hari yang lalu
Pemerintah Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana melalui Safari Ramadhan 1447 H. Pelepasan tim berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, dengan fokus utama pada penguatan psikososial dan spiritual warga di daerah terdampak.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa Safari Ramadhan tahun ini tidak sekadar agenda silaturahmi rutin, tetapi dirancang sebagai ruang pemulihan batin bagi masyarakat yang sedang bangkit dari musibah. Tim yang diterjunkan terdiri dari pejabat Pemerintah Aceh, ulama, dan para dai, dengan tugas menyampaikan pesan-pesan syariat Islam dan program prioritas Pemerintah Aceh tahun 2026.
Fokus pada Pemulihan Psikososial
- Trauma Healing: Tim bertugas menyampaikan tausiah yang menyentuh aspek pemulihan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.
- Dukungan Spiritual: Pesan-pesan syariat Islam disampaikan untuk menguatkan iman dan kesabaran warga dalam menghadapi cobaan.
- Program Pemulihan: Pemerintah Aceh memaparkan langkah konkret dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan dan Bantuan
- Jangkauan Luas: Kegiatan akan berlangsung pada 1–4 Maret 2026 dan menyasar 18 kabupaten/kota di kawasan terdampak bencana.
- Bantuan Sajadah: Setiap masjid yang dikunjungi akan menerima bantuan lima sajadah panjang.
- Santunan Anak Yatim: Pemerintah Aceh menyalurkan santunan kepada anak yatim, dengan jumlah penerima antara 150 hingga 500 orang di setiap daerah.
Tujuan dan Harapan
- Penguatan Iman: Kehadiran tim diharapkan menjadi energi penguat bagi masyarakat untuk bangkit dan menguatkan iman.
- Kepedulian Sosial: Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial dan mempercepat pemulihan menuju kehidupan yang lebih baik.
- Pemulihan Jangka Panjang: Safari Ramadhan diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
