Pemerintah Aceh menggelar rapat maraton untuk membahas revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dengan melibatkan sejumlah guru besar dan akademisi. Rapat ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Fadhlullah dan dihadiri oleh para profesor terkemuka seperti Prof Dr Faisal, Prof Dr Husni Jalil, dan Prof Dr Syahrizal Abbas.
Kedatangan rombongan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ke Aceh dijadwalkan untuk membahas perubahan atas UUPA. Pemerintah Aceh berharap keterlibatan para akademisi dapat memberikan perspektif holistik dan muatan penting bagi revisi UUPA.
Poin-Poin Penting Revisi UUPA
- Kewenangan penyelenggaraan pendidikan madrasah: Membahas peran dan tanggung jawab pemerintah Aceh dalam pengelolaan pendidikan madrasah.
- Pengelolaan migas: Menentukan kebijakan dan regulasi terkait pengelolaan sumber daya migas di Aceh.
- Pemerintahan gampong: Mengatur struktur dan mekanisme pemerintahan di tingkat gampong.
- Pengelolaan pelabuhan: Membahas kebijakan dan regulasi terkait pengelolaan pelabuhan di Aceh.
- Qanun: Menentukan peran dan implementasi qanun dalam sistem pemerintahan Aceh.
- Dana Otsus: Mengatur alokasi dan penggunaan dana otonomi khusus untuk Aceh.
Wakil Gubernur Fadhlullah menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk menyambut kedatangan Baleg DPR RI. "Kita perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memberi penjelasan kepada para wakil rakyat. Ini menjadi momen penting dalam menentukan masa depan Aceh," ujarnya melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.
Sekda Aceh, M. Nasir, juga memberikan apresiasi kepada para guru besar dan akademisi yang telah menyumbangkan pemikirannya. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan seluruh bahan dan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dari Baleg DPR RI secara komprehensif dan terukur.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.