Kembaliekonomi

Pertamax di Aceh Berpotensi Naik, Warga Siap-Siap Keluarkan Biaya Lebih

Penulis

serambinews.com

Tanggal

22 Apr 2026

Pertamax di Aceh Berpotensi Naik, Warga Siap-Siap Keluarkan Biaya Lebih

Pemerintah berencana melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, akibat tekanan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi. Kenaikan ini berpotensi membebani warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh, mengingat Pertamax saat ini dijual seharga Rp 12.600 per liter di wilayah tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada dinamika pasar global. Meskipun demikian, pemerintah menjamin bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil hingga akhir tahun 2026.

Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

  • Pertamax di Aceh saat ini dijual seharga Rp 12.600 per liter, dan berpotensi mengalami kenaikan.
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi dapat berdampak pada biaya transportasi dan operasional UMKM di Aceh.
  • Pemerintah telah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sebelumnya, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
  • Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dijaga stabil hingga akhir tahun 2026.

Regulasi dan Mekanisme Penetapan Harga

  • Penetapan harga BBM nonsubsidi diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
  • Pemerintah akan terus memantau dinamika pasar global sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan respons terhadap tren penguatan harga minyak dunia.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.