News
Warga Nagan Raya Masih Tanpa Listrik di Bulan Ramadhan, Pemerintah Berusaha
6 hari yang lalu
Pemerintah percepat penyediaan sarana listrik untuk korban bencana di Nagan Raya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, bersama BNPB dan pihak terkait, saat ini terus berupaya membangun jaringan listrik kepada masyarakat korban bencana alam banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi, mengatakan bahwa saat ini sebanyak 379 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menghuni tenda pengungsian karena masih menunggu proses pembangunan barak huntara yang saat ini dikerjakan oleh BNPB melalui masing-masing vendor.
Kendala Listrik di Bulan Ramadhan
- 379 kepala keluarga di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menghuni tenda pengungsian.
- Sarana penerangan seadanya digunakan oleh pengungsi di malam hari.
- BNPB dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus memasok kebutuhan penyintas bencana ke lokasi pengungsian.
- Warga Beutong Ateuh Banggalang mengandalkan lilin dan lampu panyet untuk berbuka puasa dan sahur.
Irfanda menambahkan, nantinya setelah pembangunan hunian sementara tuntas, maka seluruh masyarakat yang selama ini mengungsi akan segera menempati huntara yang disediakan oleh pemerintah.
Samsuardi, warga Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengatakan bahwa penerangan merupakan sarana yang sangat penting di bulan suci Ramadhan, apalagi saat berbuka dan makan sahur. Padahal sarana penerangan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengatasi persoalan tersebut, sehingga korban bencana tidak terus menerus larut dalam kegelapan tanpa sarana listrik, termasuk di bulan suci Ramadhan.
