News
Subsidi BBM Tetap Berlaku di Aceh Meski Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS
3 jam yang lalu
Pemerintah memastikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan meski harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barrel. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa APBN masih mampu menanggung subsidi ini. Kebijakan ini akan dievaluasi kembali setelah Maret 2026.
Stok BBM untuk Ramadan dan Lebaran 2026 di Aceh dipastikan aman. Bahlil menegaskan bahwa kendali atas distribusi BBM sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Kenaikan harga minyak dipicu oleh konflik di Timur Tengah, termasuk serangan Iran terhadap ladang minyak dan gas di Uni Emirat Arab (UEA).
Dampak Kenaikan Harga Minyak
- Harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barrel, dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
- Pemerintah memastikan subsidi BBM tetap berjalan meski harga minyak naik.
- Kebijakan subsidi akan dievaluasi setelah Maret 2026.
- Stok BBM untuk Ramadan dan Lebaran 2026 di Aceh dipastikan aman.
Langkah Pemerintah
- Pemerintah memiliki mandat dari Presiden untuk memastikan stok bensin, solar, dan gas elpiji cukup bagi masyarakat.
- Subsidi BBM akan tetap diberikan sebagai bentuk kehadiran negara.
- Kementerian ESDM fokus pada ketersediaan energi domestik.
Konflik di Timur Tengah
- Serangan Iran terhadap ladang minyak dan gas di UEA menyebabkan harga minyak naik.
- Ladang minyak Shah di UEA dihentikan operasinya setelah serangan drone.
- Fasilitas penyimpanan minyak Fujairah juga diserang, mempengaruhi jalur ekspor minyak.
Pemerintah memastikan bahwa kendali atas distribusi BBM sepenuhnya berada di tangan pemerintah, termasuk untuk wilayah Aceh. Kebijakan subsidi BBM akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan politik dan ekonomi global.
