News
Pemkab Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa, Mohon Hujan Padamkan Karhutla
28 Januari 2026 11:57
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar shalat sunnah istisqa atau shalat meminta hujan, Rabu (28/1/2026), di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh. Shalat istisqa tersebut dipimpin oleh Tgk Habiburrahman A. Hafiz sebagai imam, sementara Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk H. Mahdi Kari Us, bertindak sebagai khatib.
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, mengatakan pelaksanaan shalat istisqa ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Aceh Barat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di tingkat kecamatan bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat.
Upaya Pemadaman Kebakaran
Di lapangan, setiap hari kami bersama BPBD serta TNI-Polri terus berupaya maksimal memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun hasilnya belum optimal, sehingga hari ini kami menempuh ikhtiar spiritual dengan melaksanakan shalat istisqa, memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan,” ujar Said Fadheil.
Ia menjelaskan, berdasarkan data terakhir, tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 15 hektare lahan dari total lebih dari 20 hektare area yang terbakar. Meski demikian, proses pemadaman masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan peralatan, cuaca yang sangat panas, serta sulitnya mendapatkan sumber air akibat kemarau berkepanjangan.
Kendala dan Optimisme
Kondisi angin yang cukup kencang juga menyulitkan petugas, karena api cepat menyebar. Di beberapa titik, sumber air sudah mengering,” jelasnya.
Terkait upaya modifikasi cuaca, Said Fadheil menyebutkan Pemkab Aceh Barat telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena salah satu syarat utama, yakni ketersediaan awan, belum terpenuhi.
“Sudah sekitar 10 hari tidak ada awan, cuaca sangat terik, sehingga modifikasi cuaca belum memungkinkan,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis penanganan karhutla dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor, termasuk TNI-Polri, lembaga terkait, LSM, aparat gampong, serta dukungan masyarakat.
Imbauan dan Identifikasi Titik Awal Kebakaran
Jika dalam beberapa hari ke depan kebakaran belum sepenuhnya teratasi, Pemkab Aceh Barat akan kembali menyurati BNPB untuk meminta bantuan tambahan, termasuk penyiraman melalui udara.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker saat melintas di wilayah terdampak guna menghindari gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Hari ini kami menyiapkan sekitar 5.000 masker untuk dibagikan kepada jamaah shalat istisqa dan masyarakat. Imbauan serupa juga terus dilakukan melalui puskesmas di kecamatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemkab Aceh Barat tengah mengidentifikasi titik awal kebakaran. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum menegaskan akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
“Ini sudah menjadi tren setiap tahun, dan ini adalah tahun pertama kami menjabat. Sikap tegas akan kami ambil,” pungkasnya.
