News
Pemkab Nagan Raya Pendata Usaha Terdampak Banjir, Siapkan Bantuan UEP
31 Januari 2026 18:13
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, telah memulai pendataan terhadap pelaku usaha yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025. Pendataan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan yang memiliki usaha namun terdampak bencana hidrometeorologi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya, Teuku John Merly Betra, menjelaskan bahwa pendataan ini juga sebagai dasar pemerintah dalam melaksanakan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Provinsi Aceh, termasuk di Kabupaten Nagan Raya, karena daerah ini merupakan salah satu kabupaten yang terkena bencana alam banjir bandang.
Pendataan Pelaku Usaha
Pendataan dilakukan oleh petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya bersama Tagana. Jenis usaha yang sedang dilakukan pendataan meliputi:
- Masyarakat miskin dan rentan miskin berdasarkan DTSEN desil 1–5
- Masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi
- Kepala keluarga atau anggota keluarga usia produktif (18–59 tahun)
- Memiliki usaha kecil yang sudah berjalan atau rencana usaha yang jelas
- Memiliki motivasi dan komitmen mengembangkan usaha
- Bersedia mengikuti pelatihan, pendampingan, dan monitoring dari petugas pemerintah
- Tidak sedang menerima bantuan usaha sejenis dari program lain pada tahun berjalan
Calon penerima bantuan usaha ekonomi produktif diutamakan perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, dan keluarga rentan dan berdomisili di Nagan Raya.
Dampak Banjir Bandang
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memastikan sebanyak 25.608 jiwa atau 8.325 KK di daerah setempat terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) lalu. Bencana banjir bandang di Nagan Raya, Aceh, juga menyebabkan korban hilang sebanyak tiga orang dan korban meninggal dunia 1 orang.
Jumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang mengalami kerusakan meliputi:
- 29 kantor
- Tiga rumah ibadah
- 12 dayah/pesantren tradisional
- 46 sekolah
- 4 fasilitas pelayanan kesehatan
- 7 titik jalan
- Tiga unit jembatan putus
Sedangkan jumlah rumah yang terdampak bencana banjir bandang meliputi 1.807 unit, terdiri dari 487 unit rumah rusak berat, 283 unit rumah rusak sedang, dan 1.043 unit rumah rusak ringan.
