Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Petani Aceh Timur Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Banjir Bandang

3 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpang Jernih dan Serbajadi di Aceh Timur pada akhir 2025 telah menghancurkan 10.895 hektare lahan pertanian produktif. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga meluluhlantakkan mata pencaharian utama masyarakat setempat. Petani seperti Sabirin dan Zaki kehilangan seluruh lahan mereka, yang selama ini menjadi sumber penghidupan dan dana pendidikan anak-anak mereka.

Menurut data pemerintah, kerugian di sektor pertanian mencapai Rp 627 miliar, dengan 5.060 hektare lahan perkebunan dan 10.895 hektare lahan sawah yang rusak. Pemerintah telah melakukan pendataan dan rehabilitasi lahan, namun warga masih menunggu bantuan konkret untuk memulai kembali kehidupan mereka.

Dampak Banjir terhadap Mata Pencaharian

  • 10.895 hektare lahan sawah terendam dan tertimbun lumpur.
  • 5.060 hektare lahan perkebunan rusak, termasuk sawit, kakao, dan durian.
  • 151 kepala keluarga di Desa Pante Kera kehilangan rumah dan pekerjaan.
  • 30 orang warga terpaksa mencari pekerjaan di luar desa.

Upaya Pemulihan

  • Pemerintah telah melakukan pendataan dan rehabilitasi lahan sawah dan perkebunan.
  • Program relaksasi pembiayaan dari perbankan selama tiga bulan.
  • Program cash for work (padat karya) untuk masyarakat terdampak.
  • Normalisasi saluran dan sungai melalui Satgas Kuala.

Tantangan yang Dihadapi

  • Ketidakpastian mengenai jadwal pemulihan lahan dan distribusi bantuan.
  • Ketergantungan bantuan jangka panjang yang mengancam kemiskinan ekstrem.
  • Kehilangan harapan dan trauma yang dialami oleh masyarakat.

Menurut Prof. Dr.Ir.Khusrizal, M.P. dari Universitas Malikussaleh, pemulihan lahan pertanian memerlukan waktu hingga empat musim tanam. Pemerintah dituntut untuk segera turun tangan memberikan bantuan konkret, termasuk pembersihan lahan, penyuburan tanah, dan distribusi bibit tanaman pengganti. Tanpa strategi yang menempatkan pemulihan mata pencaharian setara dengan pembangunan infrastruktur fisik, rehabilitasi ini hanya akan menghasilkan rumah-rumah yang berdiri di atas fondasi kemiskinan.

Petani Aceh Timur Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Banjir Bandang