News
204 Unit Huntara di Bener Meriah Siap Tempati Sebelum Ramadan
25 Januari 2026 10:19
Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, kini memasuki tahap perakitan unit rumah. Sebanyak 204 unit huntara atau 17 barak sedang dikerjakan oleh PT Waskita, dengan target penyelesaian sebelum bulan Ramadan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Timang Gajah, Andi Syahputra, menyatakan bahwa pembangunan huntara merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal sementara yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Sementara itu, warga terdampak seperti Saleh berharap pembangunan huntara dapat segera rampung, mengingat bulan Ramadan akan segera tiba.
Dampak Bencana
- 914 unit huntara bagi 3.116 jiwa korban banjir bandang dan tanah longsor masih dalam tahap pengerjaan.
- Saleh, salah seorang warga terdampak, kehilangan delapan rante atau setengah hektare lahan pertanian yang tidak dapat ditanami lagi.
- Tanaman kopi dan cabai rawit yang siap panen ikut rusak dan mengalami gagal panen.
Harapan Warga
- Warga berharap pembangunan huntara dapat segera rampung sebelum Ramadan.
- Pembangunan huntara diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga terdampak bencana.
- Pihak kecamatan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak pelaksana agar pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu.
Komitmen Pemerintah
- Pembangunan huntara merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal sementara yang layak dan aman.
- Target penyelesaian sebelum Ramadan untuk memastikan kenyamanan warga.
- Pihak kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk memastikan pembangunan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
Dengan adanya pembangunan huntara ini, diharapkan masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian sementara dengan rasa aman dan nyaman, serta dapat memulai kembali kehidupan mereka pascabencana.
Dampak Ekonomi
- Warga terdampak seperti Saleh harus mencari sumber penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
- Kerusakan lahan pertanian dan gagal panen tanaman kopi dan cabai rawit menambah beban ekonomi warga.
- Pembangunan huntara diharapkan dapat membantu warga dalam memulihkan kehidupan ekonomi mereka.
