Seorang petani warga Pantan Lah, Musahar, meninggal dunia akibat diamuk gajah liar di kebun miliknya pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kejadian ini menandakan bahwa penanganan konflik gajah dan manusia di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, belum berjalan efektif dan berkelanjutan.
Forum Koordinasi Peusangan Elephant Conservation Initiative (FKP PECI) menilai peristiwa tersebut sebagai alarm serius bagi pemerintah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan lembaga konservasi yang bekerja di kawasan. Sri Wahyuni dari FKP PECI mendesak adanya langkah strategis nyata dalam penanganan konflik gajah dan manusia di dataran tinggi Gayo.
Dampak Konflik Gajah dan Manusia
- Seorang petani tewas akibat serangan gajah liar di kebun miliknya.
- Perluasan perkebunan sawit di koridor gajah mempersempit ruang jelajah satwa dan menjadi pemicu konflik.
- CSO lokal telah melakukan sosialisasi di 12 desa rawan konflik dan menemukan jalur lintasan gajah serta titik rawan interaksi.
Langkah Strategis yang Diperlukan
- Evaluasi total strategi mitigasi konflik dan penguatan sistem peringatan dini.
- Pelibatan aktif CSO lokal dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
- Komitmen nyata WWF dalam mendampingi masyarakat.
Sri Wahyuni menegaskan pentingnya keterlibatan CSO lokal dalam penyelesaian konflik, yang memahami akar dan persoalan dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal. CSO lokal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah telah tergabung dalam FKP PECI dan siap berkolaborasi aktif.
Pemerintah diminta mengkaji ulang izin perusahaan sawit serta menindak tegas perusahaan yang terbukti melampaui izin. Selain itu, FKP meminta pemerintah untuk melibatkan CSO lokal dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
"Mengingat pentingnya penyelamatan lingkungan dan satwa di Aceh, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus menjadi momentum untuk menata ulang tata ruang, habitat satwa, serta sistem pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan," kata Sri.
Dia juga mendesak evaluasi total strategi mitigasi konflik, penguatan sistem peringatan dini, pelibatan aktif CSO lokal, serta komitmen nyata WWF dalam mendampingi masyarakat.
"Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan prinsip konservasi. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius agar konflik serupa tidak kembali memakan korban jiwa," tutupnya.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.