Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Konflik Gajah di Bener Meriah: Petani Tewas, CSO Desak Penanganan Serius

21 Februari 2026 22:33

Seorang petani warga Pantan Lah, Musahar, meninggal dunia akibat diamuk gajah liar di kebun miliknya pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kejadian ini menandakan bahwa penanganan konflik gajah dan manusia di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, belum berjalan efektif dan berkelanjutan.

Forum Koordinasi Peusangan Elephant Conservation Initiative (FKP PECI) menilai peristiwa tersebut sebagai alarm serius bagi pemerintah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan lembaga konservasi yang bekerja di kawasan. Sri Wahyuni dari FKP PECI mendesak adanya langkah strategis nyata dalam penanganan konflik gajah dan manusia di dataran tinggi Gayo.

Dampak Konflik Gajah dan Manusia

  • Seorang petani tewas akibat serangan gajah liar di kebun miliknya.
  • Perluasan perkebunan sawit di koridor gajah mempersempit ruang jelajah satwa dan menjadi pemicu konflik.
  • CSO lokal telah melakukan sosialisasi di 12 desa rawan konflik dan menemukan jalur lintasan gajah serta titik rawan interaksi.

Langkah Strategis yang Diperlukan

  • Evaluasi total strategi mitigasi konflik dan penguatan sistem peringatan dini.
  • Pelibatan aktif CSO lokal dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
  • Komitmen nyata WWF dalam mendampingi masyarakat.

Sri Wahyuni menegaskan pentingnya keterlibatan CSO lokal dalam penyelesaian konflik, yang memahami akar dan persoalan dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal. CSO lokal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah telah tergabung dalam FKP PECI dan siap berkolaborasi aktif.

Pemerintah diminta mengkaji ulang izin perusahaan sawit serta menindak tegas perusahaan yang terbukti melampaui izin. Selain itu, FKP meminta pemerintah untuk melibatkan CSO lokal dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.

"Mengingat pentingnya penyelamatan lingkungan dan satwa di Aceh, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus menjadi momentum untuk menata ulang tata ruang, habitat satwa, serta sistem pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan," kata Sri.

Dia juga mendesak evaluasi total strategi mitigasi konflik, penguatan sistem peringatan dini, pelibatan aktif CSO lokal, serta komitmen nyata WWF dalam mendampingi masyarakat.

"Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan prinsip konservasi. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius agar konflik serupa tidak kembali memakan korban jiwa," tutupnya.

Konflik Gajah di Bener Meriah: Petani Tewas, CSO Desak Penanganan Serius
0123456789