Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

4.731 hektar sawah Bireuen rusak banjir, rehabilitasi segera dimulai

2 jam yang lalu

Banjir yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November lalu menyebabkan kerusakan lahan persawahan seluas 4.731,79 hektar. Kerusakan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yaitu rusak berat seluas 1.323,07 hektar, rusak sedang 672,12 hektar, dan rusak ringan 2.736,60 hektar. Saat ini, proses rehabilitasi sawah sedang menunggu petunjuk teknis dari Banda Aceh.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Bireuen, Mulyadi SE MM, menyatakan bahwa tim survei telah melakukan pendataan dan peninjauan langsung ke lapangan. Hasil survei yang melibatkan tim dari Universitas Malikussaleh (Unimal) dan pihak terkait lainnya telah disampaikan ke dinas terkait di Banda Aceh.

Dampak Banjir terhadap Sawah di Bireuen

  • Luas Kerusakan: Banjir dan tanah longsor menyebabkan kerusakan lahan persawahan seluas 4.731,79 hektar.
  • Kategori Kerusakan: Kerusakan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
  • Partisipasi Petani: Proses perbaikan akan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani karena keterbatasan anggaran yang hanya sebesar Rp13 juta per hektar.
  • Penanganan Pemerintah Pusat: Untuk sawah dengan kategori rusak berat, pemerintah pusat masih mengkaji langkah penanganan yang tepat.

Langkah Selanjutnya

Distanbun Bireuen bersama pihak terkait akan menjalankan kebijakan hasil keputusan dari Banda Aceh, termasuk langkah rehabilitasi sawah di sejumlah wilayah seperti Samalanga, Kutablang, Blang Guron, Gandapura, dan Jangka. Partisipasi petani sangat diharapkan untuk memastikan batas sawah tetap jelas dan hasil penanganan maksimal.

4.731 hektar sawah Bireuen rusak banjir, rehabilitasi segera dimulai