News
Kanker Serviks dan Payudara di Aceh Utara Meningkat, Warga Diminta Deteksi Dini
06 Februari 2026 10:18
Penderita kanker di Aceh Utara terus meningkat, didominasi oleh kanker serviks dan payudara. Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Ferianto, mengungkapkan bahwa kasus kanker serviks dan payudara paling dominan di wilayah tersebut. Hal ini didasarkan pada pemeriksaan dasar di Puskesmas, seperti skrining IVA dan HPV DNA.
Ferianto menambahkan bahwa penyebab kanker serviks dan payudara dipengaruhi oleh faktor genetik, menikah di usia muda, infeksi HPV, infeksi menular seksual, dan gaya hidup tak seimbang. Pemerintah setempat terus memantau dan memfasilitasi Puskesmas untuk deteksi dini kanker, serta menggencarkan imunisasi HPV bagi siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar.
Penyebab dan Faktor Risiko
- Faktor genetik: Warisan keluarga yang mempengaruhi risiko kanker.
- Menikah di usia muda: Menikah sebelum usia 20 tahun meningkatkan risiko kanker serviks.
- Infeksi HPV: Virus papiloma manusia (HPV) adalah penyebab utama kanker serviks.
- Gaya hidup tak seimbang: Makanan tidak sehat, merokok, dan kurang aktivitas fisik.
Upaya Pemerintah
- Deteksi dini: Pemerintah memfasilitasi Puskesmas untuk melakukan deteksi dini kanker.
- Imunisasi HPV: Imunisasi HPV digencarkan bagi siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar.
- Pantauan dan fasilitasi: Petugas kesehatan terus memantau dan memfasilitasi Puskesmas di daerah setempat.
Pengobatan
- Rehabilitasi dan perawatan: Penyembuhan kanker melibatkan rehabilitasi, perawatan, paliatif, operasi, radiasi, dan kemoterapi.
- Puskesmas vs Rumah Sakit: Semua tindakan pengobatan dilakukan di rumah sakit, bukan Puskesmas.
Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit kanker di Puskesmas. Menurut Ferianto, kasus kanker masih dapat diobati jika masih pada stadium awal.
