Sebanyak 163 korban banjir yang tinggal di hunian sementara (huntara) Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, menjalani pemeriksaan dan pengobatan gratis. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Angkatan 83/Widya Parama Satwika (WPS), yang didukung oleh Sidokkes Polres Lhokseumawe bersama jajaran Polsek Muara Satu.
Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan pemberian obat-obatan kepada masyarakat terdampak banjir. Selain layanan medis, juga dilaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi huntara untuk membantu pemulihan kondisi psikologis pascabencana.
Layanan Kesehatan yang Diberikan
- 163 warga mendapatkan layanan kesehatan dengan rincian keluhan dan penyakit yang ditangani:
- Dermatitis: 36 pasien
- ISPA: 31 pasien
- Hipertensi: 25 pasien
- Anemia: 25 pasien
- Diabetes melitus: 21 pasien
- Cephalgia atau sakit kepala: 23 pasien
- Low back pain (LBP): 16 pasien
- Diare: 18 pasien
- Artritis: 20 pasien
- Common cold: 17 pasien
Kepedulian Polri dan Mahasiswa
Kegiatan bakti kesehatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak banjir. Iptu Yoga Priandono, mahasiswa PTIK yang tergabung dalam pengabdian masyarakat tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepada warga terdampak banjir.
"Kami berharap layanan kesehatan ini dapat membantu meringankan keluhan masyarakat dan mempercepat pemulihan mereka. Semoga Aceh segera pulih dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sediakala," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi pendidikan kepolisian dengan pelayanan kemanusiaan, terutama di tengah suasana Ramadan, agar masyarakat yang terdampak tetap merasakan kehadiran dan kepedulian Polri.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.