News
Pengamat USK Usul Hentikan MBG di Aceh Selama Ramadan untuk Efisiensi Anggaran
5 hari yang lalu
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Syiah Kuala (USK), Nasrul Zaman, mengusulkan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh selama bulan Ramadan. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk menghindari potensi pemborosan anggaran dan memastikan program lebih efektif.
Nasrul menilai distribusi makanan di lingkungan sekolah menjadi kurang relevan selama Ramadan karena libur sekolah dan pengurangan jam belajar. Selain itu, siswa yang menjalankan ibadah puasa cenderung enggan mengambil jatah makanan untuk dibawa pulang karena berisiko rusak atau basi sebelum waktu berbuka.
Alasan Penghentian Sementara
- Libur Sekolah: Kehadiran siswa di kelas berkurang secara signifikan selama Ramadan, membuat distribusi makanan kehilangan sasaran utama.
- Ketaatan Ibadah: Siswa yang berpuasa enggan mengambil jatah makanan untuk dibawa pulang, berpotensi menyebabkan pemborosan pangan.
- Efisiensi Anggaran: Anggaran yang telah dialokasikan berisiko tidak mencapai target yang telah ditetapkan tanpa kehadiran siswa secara penuh.
Evaluasi dan Rekomendasi
Nasrul mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar implementasi program tetap efektif, tepat sasaran, dan selaras dengan kondisi sosial masyarakat Aceh selama Ramadan. Ia juga merekomendasikan pengalihan sisa anggaran untuk penguatan kualitas gizi pada bulan-bulan berikutnya agar manfaatnya lebih optimal bagi pertumbuhan generasi muda Aceh.
