Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

RS Cut Meutia Langsa Edukasi Warga Tentang Penyakit TBC dan Cara Antisipasinya

03 Februari 2026 21:18

Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Langsa melalui PT Cut Meutia Medika Nusantara (CMN), menggelar edukasi kesehatan langsung kepada pasien dan pengunjung, di Poliklinik Rawat Jalan RSCM, Senin (2/2/2026). Kegiatan tersebut adalah wujud komitmen pihak rumah sakit untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit menular.

Edukasi kesehatan mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC) disampaikan oleh dr. Ghaskhan Shah Ghanar, diawali pengertian TBC, gejala yang menyertainya, penyebab, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan.

Pengertian dan Penyebab TBC

  • TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
  • Penyakit ini bukan penyakit keturunan dan dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.
  • TBC terbagi menjadi dua jenis: TBC paru yang menyerang organ paru-paru, dan TBC ekstra paru yang terjadi di luar paru-paru seperti kelenjar getah bening, tulang, dan organ tubuh lainnya.

Cara Penularan TBC

  • Penularan TBC bisa terjadi melalui udara, bakteri TBC menyebar lewat percikan droplet saat penderita berbicara, batuk, atau bersin.
  • Saat berbicara, seorang pasien TBC dapat menyebarkan sekitar 210 bakteri. Ketika batuk, jumlah bakteri yang tersebar dapat mencapai 3.500.
  • Bersin berpotensi melepaskan 4.500 hingga satu juta bakteri ke udara.

Gejala dan Risiko TBC

  • Gejala TBC perlu diwaspadai sejak dini, seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, batuk berdarah, sesak napas, keringat berlebih pada malam hari, dan penurunan berat badan secara drastis.
  • Kelompok yang berisiko tinggi tertular TBC meliputi orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC, penderita HIV, perokok, pasien diabetes melitus (DM), serta bayi, anak-anak, dan lansia yang tinggal serumah atau sering berinteraksi dengan penderita TBC.
  • Masyarakat yang tinggal di lingkungan padat penduduk juga memiliki risiko lebih tinggi.

Pencegahan dan Pengobatan TBC

  • Upaya pencegahan TBC dapat dilakukan melalui pemberian vaksin BCG sejak dini, pemeriksaan kontak erat dengan pasien TBC, berhenti merokok, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta membiasakan cahaya matahari masuk ke dalam rumah dan menghindari lingkungan yang lembap.
  • Pengobatan TBC harus dijalani minimal selama 6 bulan dan tidak boleh terputus, agar bakteri benar-benar mati dan tidak menimbulkan resistensi obat.
  • Pemerintah memastikan bahwa obat TBC dapat diperoleh secara gratis pada fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Deteksi dini dan pengobatan yang tuntas menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan, demi terwujudnya Indonesia Bebas TBC 2050.
RS Cut Meutia Langsa Edukasi Warga Tentang Penyakit TBC dan Cara Antisipasinya
0123456789