News
1.577 Mahasiswa USK Tak Terima Bantuan Biaya Hidup, Transparansi Ditanyakan
28 Januari 2026 21:30
Penyaluran bantuan biaya hidup mahasiswa di Universitas Syiah Kuala (USK) menuai sorotan. Data resmi menunjukkan adanya selisih signifikan antara jumlah mahasiswa yang mendaftar, yang diajukan ke kementerian, hingga yang akhirnya menerima bantuan.
Ketidaksesuaian angka ini memunculkan pertanyaan serius soal transparansi dan tata kelola bantuan kemahasiswaan. Berdasarkan data USK, sebanyak 3.878 mahasiswa tercatat mendaftar sebagai calon penerima bantuan biaya hidup dari kementerian. Namun, bantuan tersebut hanya cair kepada 2.301 mahasiswa. Artinya, terdapat 1.577 mahasiswa yang tidak menerima bantuan, tanpa penjelasan terbuka mengenai penyebabnya.
Keanehan Penyaluran Bantuan
- 3.878 mahasiswa mendaftar sebagai calon penerima bantuan.
- 2.301 mahasiswa hanya menerima bantuan.
- 1.577 mahasiswa tidak menerima bantuan, tanpa penjelasan resmi.
- 2.884 mahasiswa diajukan ke kementerian, 994 mahasiswa tidak pernah masuk dalam daftar pengajuan.
Kritik dan Tanggapan
Seorang sumber terpercaya AJNN menyebut kondisi ini mencerminkan lemahnya tata kelola dan akuntabilitas penyaluran bantuan di internal kampus. Menurutnya, pihak rektorat belum pernah membuka secara publik kriteria seleksi, mekanisme penilaian, maupun alasan gugurnya mahasiswa dalam proses penyaluran bantuan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Ketertutupan informasi tersebut dinilai berpotensi memperbesar ketidakpercayaan mahasiswa terhadap kebijakan kampus. Selain itu, kondisi ini dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial di lingkungan akademik, mengingat bantuan dimaksudkan untuk menopang kebutuhan dasar mahasiswa yang mengalami tekanan ekonomi.
Tanggapan USK
USK membuka pendaftaran Bantuan Biaya Hidup dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) pada 22 Desember 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa USK yang terdampak bencana, baik secara langsung maupun akibat kondisi keluarga yang terkena banjir dan tanah longsor.
Melalui program bantuan ini, USK menegaskan komitmennya untuk hadir dan berpihak kepada mahasiswa di tengah situasi darurat, serta memastikan keberlangsungan studi mahasiswa tetap terjaga meskipun dihadapkan pada musibah bencana alam.
