News
Penyintas Banjir Aceh Tamiang Bangkit Jual Takjil di Ramadhan
4 jam yang lalu
Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi penyintas banjir di Aceh Tamiang untuk bangkit. Para pelaku UMKM memadati kawasan pusat pemerintahan di Karang Baru untuk berjualan takjil, meskipun rumah mereka masih berantakan akibat bencana.
Yanti, seorang warga Desa Kebun Tanah, mengaku menggunakan modal pribadi untuk berjualan takjil. Ia berharap proses verifikasi dan validasi data segera rampung agar bantuan rehabilitasi dapat diterima sebelum Idul Fitri 2026.
Kisah Penyintas
- Yanti dan Marfuah, penyintas banjir, berjualan takjil dan es buah dengan omzet harian mencapai Rp300-750 ribu.
- Modal usaha berasal dari kantong pribadi tanpa bantuan pemerintah.
- Rumah mereka masih dalam kondisi rusak, dengan status kerusakan kategori sedang.
Harapan dan Kekhawatiran
- Penyintas berharap bantuan sosial dan dana renovasi rumah segera didistribusikan.
- Proses pendataan rumah yang lambat menimbulkan kekhawatiran akan perubahan status kerusakan.
- Kebutuhan hidup meningkat menjelang Lebaran menambah urgensi distribusi bantuan.
Momentum Ramadhan diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Aceh Tamiang untuk mempercepat bantuan sosial dan rehabilitasi rumah.
