Banjir besar yang melanda Kecamatan Sawang, Aceh Utara, meninggalkan dampak kesehatan bagi warga. Mayoritas penyintas mengeluhkan penyakit kulit dan sesak napas, terutama pada lansia dan anak-anak. TNI AD melakukan pemeriksaan massal gratis dan membagikan obat-obatan untuk meringankan gejala.
Dampak Banjir dan Harapan Warga
- Penyakit kulit dan sesak napas menjadi keluhan utama warga pasca banjir.
- 45 unit rumah rusak, dengan 3 di antaranya rusak berat.
- Satu korban jiwa tercatat akibat banjir pada 26 November 2025.
- Warga berharap pembangunan jembatan permanen untuk memulihkan perekonomian lokal, terutama bagi petani.
Keuchik Gampong Lhok Kuyun, Mirza, menyatakan air banjir mencapai empat meter, memaksa warga mencari tempat tinggi untuk berlindung. Pembangunan jembatan gantung darurat dinilai membantu, namun jembatan permanen dianggap lebih penting untuk kelancaran pengangkutan hasil panen.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.