Timeline Aceh
aceh.antaranews.com
aceh.antaranews.com

Penyintas Aceh Tamiang Keluarkan Rp6 Juta Bersihkan Rumah dari Lumpur Banjir

16 Februari 2026 18:02

Penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang mengeluarkan biaya hingga Rp6 juta untuk membersihkan rumah dari lumpur banjir. Fauziah, warga Kampung Durian, Kecamatan Rantau, mengaku rumahnya tertimbun lumpur setinggi lebih dari dua meter setelah banjir bandang pada akhir November 2025. Keluarganya kini menumpang di rumah kerabat dan belum menerima bantuan pemerintah untuk pemulihan rumah.

Banjir bandang tersebut menyebabkan rumah Fauziah tenggelam dan tertutup lumpur, dengan plafon seluruhnya rusak. Ia mengaku tidak mampu membersihkan rumah sendiri dan harus mengupah pekerja untuk melakukannya. Fauziah berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar warga terdampak dapat kembali ke rumah mereka, terutama menjelang bulan Ramadhan.

Kondisi Pasca-Bencana di Aceh Tamiang

  • Rumah tertimbun lumpur: Ketinggian lumpur di rumah Fauziah mencapai lebih dari dua meter, membuat rumah tidak layak huni.
  • Biaya pemulihan: Fauziah mengeluarkan Rp6 juta untuk membersihkan rumah dari lumpur.
  • Belum menerima bantuan: Fauziah dan keluarganya belum mendapatkan bantuan stimulan untuk rumah rusak dari pemerintah.
  • Harapan warga: Masyarakat terdampak berharap dapat segera kembali ke rumah mereka, terutama menjelang bulan Ramadhan.

Kondisi ini menyoroti kesulitan pemulihan pasca-bencana di Aceh Tamiang, di mana warga harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membersihkan rumah dari lumpur banjir. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan dan membantu warga kembali ke kehidupan normal.

Penyintas Aceh Tamiang Keluarkan Rp6 Juta Bersihkan Rumah dari Lumpur Banjir
0123456789