News
Penyintas Mendale Aceh Tengah Terima Layanan Medis dan Dukungan Psikososial
30 Januari 2026 22:16
MIT Foundation bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menggelar Aksi Kemanusiaan Batch 7 bagi penyintas bencana di Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (28 Januari 2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari respons darurat bencana Aceh yang didukung para donatur dari Negeri Sabah, Malaysia.
Aksi kemanusiaan ini mencakup pelayanan kesehatan umum, pendampingan psikososial, penyaluran logistik, serta edukasi standar jurnalisme warga di situasi bencana. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu agar kebutuhan fisik dan psikososial masyarakat terdampak dapat tertangani secara berimbang.
Pelayanan Kesehatan Umum
Tim medis GEN-A melayani 44 orang pasien dengan keluhan beragam, mulai dari infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, gangguan pencernaan, hingga keluhan pascabanjir lainnya. Pelayanan dilakukan langsung di lokasi terdampak untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Dukungan Psikososial
Pendampingan psikososial dilakukan di SD Negeri 9 Kebayakan, dengan melibatkan 50 siswa kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan ramah anak, seperti bermain bersama, saling mengenal, berbagi cerita, serta diskusi ringan tentang cita-cita dan harapan.
Penyaluran Logistik
Tim juga menyalurkan 50 paket keluarga berisi bahan makanan pokok, alat salat, Alquran, dan Iqra. Bantuan diserahkan langsung kepada keluarga penyintas untuk memastikan kebutuhan dasar dan spiritual dapat terpenuhi secara layak di masa pemulihan awal.
Edukasi Jurnalisme Warga
GEN-A dan MIT Foundation juga memberikan edukasi standar jurnalisme warga kepada masyarakat yang menunggu antrean pengobatan. Edukasi ini menekankan pentingnya merekam peristiwa bencana secara bertanggung jawab, dengan mencantumkan identitas, waktu, lokasi, dan fakta, serta menghindari asumsi dan provokasi.
Melalui Aksi Kemanusiaan Batch 7 ini, MIT Foundation dan GEN-A berharap proses pemulihan penyintas Aceh Tengah dapat berjalan lebih menyeluruh dan menyentuh aspek kesehatan, psikososial, spiritual, dan literasi masyarakat, sekaligus memperkuat solidaritas lintas komunitas dan lintas negara.
