Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Aceh Susun Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati 2026–2030

2 jam yang lalu

Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) resmi memulai penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) Aceh untuk periode 2026–2030. Kegiatan ini dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) pertama di Banda Aceh, yang bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk dokumen strategis ini.

Aceh dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia. Namun, kondisi ini menghadapi ancaman serius yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan dan terintegrasi dengan agenda pembangunan daerah.

Tujuan Penyusunan Dokumen

  • Menghimpun masukan teknis dan strategis dari para pemangku kepentingan.
  • Memvalidasi informasi dan analisis utama, termasuk isu strategis dan prioritas pengelolaan.
  • Merumuskan rekomendasi penyempurnaan sebagai bahan finalisasi dokumen.

Pentingnya Dokumen Ini

  • Aceh memiliki beragam ekosistem penting, seperti hutan hujan tropis, sungai, dan kawasan pesisir yang menjadi habitat berbagai spesies kunci.
  • Dokumen ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan, inklusif, dan selaras dengan arah pembangunan daerah.

Proses Penyusunan

  • Dilaksanakan oleh Yayasan Sain Nusantara dengan dukungan Kementerian PPN/Bappenas dan GIZ Indonesia.
  • Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappeda, DLHK, UPT Kementrian, akademisi, NGO, dan masyarakat adat.
  • FGD dilakukan melalui beberapa tahapan, termasuk pemaparan kebijakan, presentasi draft dokumen, diskusi, dan perumusan rekomendasi.
Aceh Susun Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati 2026–2030