Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) resmi memulai penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) Aceh untuk periode 2026–2030. Kegiatan ini dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) pertama di Banda Aceh, yang bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk dokumen strategis ini.
Aceh dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia. Namun, kondisi ini menghadapi ancaman serius yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan dan terintegrasi dengan agenda pembangunan daerah.
Tujuan Penyusunan Dokumen
- Menghimpun masukan teknis dan strategis dari para pemangku kepentingan.
- Memvalidasi informasi dan analisis utama, termasuk isu strategis dan prioritas pengelolaan.
- Merumuskan rekomendasi penyempurnaan sebagai bahan finalisasi dokumen.
Pentingnya Dokumen Ini
- Aceh memiliki beragam ekosistem penting, seperti hutan hujan tropis, sungai, dan kawasan pesisir yang menjadi habitat berbagai spesies kunci.
- Dokumen ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan, inklusif, dan selaras dengan arah pembangunan daerah.
Proses Penyusunan
- Dilaksanakan oleh Yayasan Sain Nusantara dengan dukungan Kementerian PPN/Bappenas dan GIZ Indonesia.
- Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappeda, DLHK, UPT Kementrian, akademisi, NGO, dan masyarakat adat.
- FGD dilakukan melalui beberapa tahapan, termasuk pemaparan kebijakan, presentasi draft dokumen, diskusi, dan perumusan rekomendasi.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.