News
Ribuan Warga Aceh Masih Tunggu Huntara di Tengah Persiapan Ramadhan
02 Februari 2026 08:23
Ramadhan tinggal menghitung hari. Bagi masyarakat Aceh, bulan penuh berkah ini bukan sekadar momentum ibadah, melainkan juga ruang untuk memperkuat solidaritas sosial. Namun, di tengah persiapan menyambut Ramadhan, masih ada lebih dari 80.000 jiwa korban banjir bandang dan longsor yang harus bertahan di tenda-tenda pengungsian. Pertanyaan mendasar pun muncul: Bagaimana mereka bisa menjalani Ramadhan dengan khusyuk jika masih hidup dalam kondisi darurat?
Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyoroti lambannya pembangunan hunian sementara (huntara) di Tanah Gayo, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di Kampung Wih Pesam, Bener Meriah, progres pembangunan baru mencapai sekitar 20 persen. Sementara di Aceh Tengah, ribuan jiwa masih menunggu huntara yang terhambat distribusi material akibat rusaknya jalan dan jembatan. Target pemerintah membangun 914 unit huntara di Bener Meriah pun belum sepenuhnya berjalan mulus karena penetapan lokasi masih menunggu kesepakatan warga. Di kabupaten lain juga demikian. Di Pidie Jaya, sebagian Huntara sudah selesai dikerjakan, tapi belum bisa digunakan. Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya bahkan mengeritik keras Pemkab setempat, yang sudah memperpanjang masa tanggap darurat hingga lima kali dan gagal beralih ke tahapan yang rehabilitasi dan rekonstruksi.
Faktor Penghambat Pembangunan Huntara
- Kebijakan dan Koordinasi: Faktor kebijakan, kesiapan lahan, akurasi data penerima, serta infrastruktur pendukung menjadi penentu utama.
- Infrastruktur: Rusaknya jalan dan jembatan menghambat distribusi material.
- Kesepakatan Warga: Penetapan lokasi huntara masih menunggu kesepakatan warga.
- Birokrasi: Anggaran yang sudah dialokasikan mesti segera dieksekusi dengan pengawasan ketat agar tidak terhambat birokrasi.
Dampak Sosial dan Kesehatan
- Kesehatan: Pengungsi rentan terhadap penyakit dan minim privasi.
- Martabat: Huntara adalah simbol pemulihan rasa aman, kesehatan, dan martabat warga terdampak bencana.
- Solidaritas Sosial: Masyarakat sipil, lembaga swadaya, dan dunia usaha perlu dilibatkan dalam mempercepat proses ini.
Tanggung Jawab Pemerintah
- Prioritas: Percepatan pembangunan huntara harus menjadi prioritas pemerintah daerah dan pusat.
- Kemanusiaan: Semua pihak harus menempatkan kemanusiaan di atas segalanya.
- Solidaritas: Solidaritas sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh harus kembali digerakkan.
Ramadhan tinggal dua pekan lagi. Waktu memang sempit, tetapi bukan alasan untuk menyerah. Pemerintah harus bergerak lebih cepat, masyarakat harus bergandengan tangan, dan semua pihak harus menempatkan kemanusiaan di atas segalanya. Percepatan pembangunan huntara adalah jalan untuk memulihkan harapan, martabat, dan kehidupan warga Aceh yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
