Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Pernikahan di Aceh Turun 5 Tahun Berturut, Harga Emas Tembus Rp9 Juta

22 Januari 2026 10:02

Angka pernikahan di Aceh terus menurun sejak 2019 hingga 2025, berbeda dengan tren nasional yang meningkat. Data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menunjukkan penurunan dari 45.629 pernikahan pada 2019 menjadi 31.663 pada 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan batas usia pernikahan, bencana alam, dan kenaikan harga emas yang mencapai Rp9 juta per mayam.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyebutkan bahwa perubahan batas usia pernikahan dari 17 tahun menjadi 19 tahun menjadi salah satu faktor utama penurunan angka pernikahan. Selain itu, bencana alam dan kenaikan harga emas juga berkontribusi terhadap penurunan ini. Harga emas di Aceh mencapai Rp9 juta per mayam, yang menjadi beban tambahan bagi calon pengantin.

Faktor Penurunan Angka Pernikahan

  • Perubahan batas usia pernikahan: Dari 17 tahun menjadi 19 tahun, sesuai UU Nomor 16 Tahun 2019.
  • Bencana alam: Bencana alam yang berulang membuat sebagian pasangan menunda pernikahan.
  • Kenaikan harga emas: Harga emas mencapai Rp9 juta per mayam, menjadi beban tambahan bagi calon pengantin.
  • Keterbatasan lapangan kerja: Generasi muda merasa belum siap secara finansial untuk membangun rumah tangga.

Data Pernikahan di Aceh

  • 2019: 45.629 pernikahan
  • 2020: 42.213 pernikahan
  • 2021: 41.044 pernikahan
  • 2022: 39.540 pernikahan
  • 2023: 36.133 pernikahan
  • 2024: 33.292 pernikahan
  • 2025: 31.663 pernikahan

Dampak Sosial dan Ekonomi

Penurunan angka pernikahan di Aceh menimbulkan pertanyaan tentang dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Kenaikan harga emas dan keterbatasan lapangan kerja membuat generasi muda merasa belum siap secara finansial untuk membangun rumah tangga. Kondisi ini memerlukan perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi yang tepat.

Tren Pernikahan di KUA

Pada tahun 2025, angka pernikahan yang dilangsungkan di KUA lebih banyak daripada di luar KUA. Dari 31.663 pernikahan, 52,6 persen (16.341) menikah di kantor KUA dan 42,6 persen (13.499) dilangsungkan di luar kantor. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Aceh masih memprioritaskan pernikahan yang tercatat secara resmi.

Kabupaten/Kota dengan Angka Pernikahan Tertinggi dan Terendah

  • Tertinggi: Aceh Utara (4.148), Aceh Timur (2.657), Pidie (2.481), Bireuen (2.473), Aceh Tamiang (1.860)
  • Terendah: Sabang (170), Simeulue (494), Aceh Jaya (587), Gayo Lues (589), Subulussalam (645)

Kondisi ini menunjukkan bahwa tinggi dan rendahnya angka pernikahan dipengaruhi oleh jumlah penduduk di masing-masing kabupaten/kota.

Pernikahan di Aceh Turun 5 Tahun Berturut, Harga Emas Tembus Rp9 Juta
0123456789